Larantuka, Ekorantt.com – Kejutan tak terduga datang dari pasangan Altos Jawan dan Rina Niron. Warga Desa Lewonama, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, ini melahirkan bayi laki-laki kembar tiga di Polindes Pamakayo pada Jumat, 17 April 2026.
Meski melahirkan secara normal, tiga bayi kembar kini menjalani perawatan lebih lanjut di RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka.
Tenaga kesehatan Desa Lewonama, Engelbertus Ali Wutun, mengatakan pihaknya sudah mengetahui lewat USG bahwa Rina hamil bayi kembar dua. Namun, dalam proses persalinan Rina justru melahirkan tiga bayi.
Engelbertus menambahkan, Rina melahirkan bayi pertama pada pukul 07.35 Wita dibantu empat bidan dan dua perawat. Selanjutnya pada pukul 07.50 Wita bayi kedua lahir dengan kaki terlebih dahulu. Dalam waktu yang sama juga, bayi mungil ketiga dengan berat 1.500 gram lahir.
“Melahirkan normal, bayi kembar yang lahir pertama itu beratnya 1.600 gram, bayi kedua dan ketiga beratnya sama 1.500 gram,” kata Engelbertus melalui sambungan telepon.
Rina dan ketiga putranya dirujuk dari Polindes Pamakayo ke Larantuka untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Menurut Engelbertus, kondisi bayi ketiga sangat lemah. Usia kehamilan Rina baru 33 minggu. Bersama bidan yang menolongnya, mereka berangkat lewat penyeberangan laut dari Solor ke Larantuka dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
“Tafsirannya di bulan September, tetapi tadi dia rasa sakit, pas kami cek ternyata sudah pembukaan lengkap,” ujarnya.
Engelbertus ikut terharu setelah ketiga bayi tersebut lahir normal lewat tangan dingin empat bidan setempat. Mereka adalah Yasinta Lein, Liana Keban, Natalia Jawan, Vani Hayon. Tak lupa juga kedua perawat, Nia Lewar dan Engelbertus itu sendiri.
Direktur RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka, Gregorius Koten, melalui Kepala Ruangan (Karu) Flamboyan, Maria Agnes Kabelen, mengatakan, ketiga bayi lahir prematur mengalami gangguan pernapasan.
“Ada gangguan pernapasan sehingga membutuhkan alat bantu napas berupa ventilator non-invasif,” katanya, Sabtu, 18 April 2026.
Agnes bilang kondisi ketiga bayi masih belum stabil sehingga ditangani secara intensif di ruangan Flamboyan, yang dikhususkan bagi bayi bermasalah.
Menurutnya, bayi prematur dengan berat badan rendah sangat berisiko. Ketiganya diberikan antibiotik serta obat penguat saluran pernapasan.
“Kami tidak bisa memastikan berapa lama mereka harus dirawat,” ujarnya.
Tim medis terus berusaha melakukan penanganan terbaik. Di sisi lain, Agnes berharap dukungan doa dari semua pihak agar proses pemulihan berjalan lancar.
Paul Kabelen













