Ende, Ekorantt.com – Sebuah rumah semi permanen milik Odilia Jene, 68 tahun, yang terletak di lorong SDK Ende 11, Kelurahan Kota Ratu, Kabupaten Ende hangus terbakar pada Minggu, 19 April 2026, sekitar pukul 21.00 Wita.
Akibatnya, seorang bayi perempuan berinisial A, usia 1,8 tahun, tewas dalam insiden kebakaran tersebut. Ia ditemukan tidak bernyawa di antara puing-puing bangunan yang sudah hangus terbakar.
Polisi mengungkapkan peristiwa itu terjadi saat Odilia, nenek korban, meninggalkan korban sendiri. Odilia pergi ke Lingkungan Kuraro menjemput kedua sepupu korban.
Dalam perjalanan pulang, Odilia kaget teriakan warga lantaran rumahnya terbakar.
“Setibanya di lokasi, api sudah membumbung tinggi dan menghanguskan bangunan semi permanen miliknya tersebut,” ungkap Humas Polres Ende, Supardin, dalam keterangannya, Senin.
Supardin mengungkapkan seorang saksi mata mendengar suara ledakan sebanyak tiga kali dari arah rumah korban sebelum api dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan.
Warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya namun kobaran api justru membesar. Begitu pula lokasi rumah di lorong sempit membuat armada Pemadam Kebakaran (Damkar) sulit menjangkau titik api.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar dua puluh menit kemudian, kata dia.
Saat proses pendinginan oleh pihak kepolisian dan petugas Damkar, seorang bayi ditemukan dalam kondisi luka bakar. Petugas kemudian melakukan evakuasi jenazah korban dan selanjutnya dibawa ke RSUD Ende untuk divisum.
Supardin mengungkapkan berdasarkan hasil olah TKP awal dan keterangan pemilik rumah, kebakaran diduga kuat berasal dari arus pendek listrik.
Atap seng tepat di atas meteran listrik bocor. Kemudian diduga air hujan yang masuk memicu hubungan arus pendek sehingga mengakibatkan ledakan lalu terbakar.
Ayah korban, Bertolomeus Pase, yang menetap di Desa Watusipi, langsung menuju lokasi. Sementara itu, ibu korban diketahui sedang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Jakarta.
“Korban selama ini memang tinggal bersama neneknya. Saat ini keluarga masih sangat terpukul, terutama ibu Odilia yang belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena syok berat,” ujar Supardin.
Korban dikabarkan akan dilakukan pemakaman di kediamannya di kampung Watusipi.
Selain korban jiwa, Odilia disebut mengalami kerugian material ini diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Supardin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan lebat, guna mencegah terjadinya hal serupa.
Lurah Kota Ratu, Adhar Do, menyampaikan bela singkawang atas peristiwa yang merenggut nyawa seorang bayi.
Ia menerangkan pihaknya telah membuat laporan kepada bupati Ende terkait dengan peristiwa kebakaran tersebut.
“Mudah-mudahan dengan laporan yang sudah kita buat itu, sekiranya dinas badan terkait segera turun untuk menanganinya lebih lanjut,” ungkapnya.
“Karena bencana ini tidak direncanakan, semoga segera ada bantuan.”
Adhar menambahkan sepanjang tahun 2026 di wilayah tersebut baru pertama kali kasus kebakaran dan merenggut nyawa manusia.
Ia berharap agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi dan kepada warga agar selalu waspada dengan segala kondisi, selalu perhatikan instalasi listrik di rumah.
“Jangan lupa untuk selalu mematikan alat-alat listrik ketika sudah tidak digunakan lagi, dan penggunaannya tidak boleh melebihi kapasitas meteran,” tandasnya.













