Maumere, Ekorantt.com – Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengunjungi Keluarga Besar Manggarai di Maumere pada Jumat, 17 April 2026.
Kehadiran Edi diterima secara adat Manggarai dengan kepok sundung dan tarian tradisional tiba meka (terima tamu) dari kalangan mahasiswa dalam upacara yang dihadiri oleh ratusan orang Manggarai yang tinggal di sekitar kota Maumere.
Kunjungan tersebut jadi rangkaian perjalanan Edi di Kabupaten Sikka untuk menghadiri pengukuhan Profesor Otto Gusti Madung di Ledalero pada Sabtu, 18 April 2026.
Edi menyerahkan bantuan fasilitas budaya berupa peralatan caci (tarian tradisional asal Manggarai) kepada komunitas masyarakat berbudaya Manggarai. Pemberian bantuan tersebut, kata dia, “merupakan bagian dari upaya memupuk budaya Manggarai meski tidak sedang berada di tanah Manggarai.”
“Ke mana pun dan di mana pun kita pergi, kita harus tunjukkan identitas kita,” kata Edi dalam sambutannya.
Menurut dia, menjadi tugas orang tua untuk mewariskan budaya Manggarai ke anak cucu. “Yang saya beri ini adalah perangsang untuk mengingatkan kita bahwa kita bisa bertumbuh, berkembang dan bisa eksis karena dibesarkan budaya Manggarai.”
“Saya punya mimpi, kita tidak hanya punya KTP asal usul dari Manggarai, tetapi sungguh memahami budaya Manggarai,” kata politisi Partai NasDem itu.
Edi berharap, bantuan fasilitas budaya ini mendorong komunitas masyarakat Manggarai di Maumere untuk semakin mencintai budaya asal, mampu menerapkannya dan mewariskan itu kepada anak-anak. “Jangan sampai anak cucu kita lupa.”
Kata dia, bantuan fasilitas yang sama juga akan diberikan kepada komunitas masyarakat Manggarai di kabupaten lainnya di NTT. Ia akan mengupayakan untuk bantuan fasilitas budaya lainnya ke depannya.
Edi menyoroti jadwal penerbangan dari Labuan Bajo ke Maumere yang hanya dua kali seminggu. Ia akan mengupayakan penerbangan dapat dilakukan setiap hari guna memudahkan transportasi masyarakat umum serentak memperpendek jarak budaya antara masyarakat Manggarai di Maumere dan tanah asalnya.
Perwakilan dari Komunitas Keluarga Besar Manggarai di Maumere, Damianus Adu menyebut pemberian bantuan peralatan caci sebagai suatu hal yang sangat berharga. Orang Manggarai kurang lebih telah seratus tahun berdomisili di Maumere, kata dia.
“Alat peraga (peralatan caci) ini bagi orang Manggarai merupakan satu hal yang sangat sakral,” kata Damianus.
Menurut dia, Bupati Edi menjadi orang pertama yang datang berkunjung dan memberikan bantuan fasilitas budaya.
Damianus menuturkan, komunitas Manggarai di Maumere berusaha mendekatkan diri dengan budayanya melalui berbagai cara termasuk mengadakan tarian caci di halaman Gereja Katedral St. Yosef Maumere saat merayakan 100 tahun Gereja Katolik Manggarai, tahun 2012 lalu.













