Disnakertrans Sikka Lepas Sepuluh Tenaga Kerja ke Kalimantan lewat Program AKAD

Program AKAD bertujuan untuk memastikan perekrutan tenaga kerja secara legal, sehingga mencegah perekrutan ilegal yang mengarah pada perdagangan orang.

Maumere, Ekorantt.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sikka melepas sepuluh tenaga ke Kalimantan pada Selasa, 21 April 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Verdinando Lepe mengatakan, tenaga kerja yang diberangkatkan kali ini merupakan tenaga kerja resmi melalui program AKAD (Antar Kerja Antar Daerah).

Program AKAD bertujuan untuk memastikan perekrutan tenaga kerja secara legal, sehingga mencegah perekrutan ilegal yang mengarah pada perdagangan orang.

“Kami ingin memastikan para tenaga kerja terlindungi, dan perjalanan mereka diketahui oleh pemerintah daerah asal maupun pemerintah daerah tujuan,” ujar Verdinando.

Kata dia, perekrutan tenaga kerja telah melalui prosedur yang resmi, mulai dari pengajuan permohonan ke Kementerian Tenaga Kerja, Dinas Nakertrans Provinsi NTT, dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sikka.

“Jadi ini resmi, bukan ilegal. Tim Nakertrans akan kunjung ke Kalimantan untuk memastikan warga kami benar-benar terlindungi di sana,” kata Verdinando.

Ia menambahkan, keinginan masyarakat untuk merantau sangat tinggi dan dinilai sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Minat masyarakat untuk merantau tinggi. Ingin mencari pengalaman baru, dan tantangan ekonomi baru di daerah lain,” kata dia.

Ia berpesan kepada para tenaga kerja untuk menjaga kekompakan, solidaritas, dan disiplin tinggi dalam bekerja.

“Jaga nama baik daerah, bekerja dengan giat dan jujur. Jadikan ini peluang untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga.”

Para tenaga kerja ini akan diperkerjakan di sektor perkebunan dengan sistem kontrak yang diperbaharui setiap tahun. Harapannya, Kabupaten Sikka akan memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) khusus untuk melatih calon tenaga kerja memanen kelapa sawit.

Perwakilan PT Globalindo Agung Lestari, Wayan G.  mengapresiasi para tenaga kerja dan pemerintah setempat atas dukungannya dalam menyukseskan proses perekrutan tenaga kerja.

“Berkat doa dan dukungan semua proses perekrutan berjalan dengan baik, ” ungkapnya.

Salah satu pekerja, Yuvensius Moat Tonce mengaku senang dengan kesempatan kerja ini. Ia berharap bisa memperbaiki ekonomi keluarga dan belajar mandiri ditempat baru.

“Apalagi kami diberangkatkan secara resmi oleh Disnakertrans, jadi saya dan keluarga juga merasa aman,” ujarnya.

Yuvensius yang berasal dari Kecamatan Nita ini, sebelumnya menjalankan usaha jual ikan dan jual beli kelapa. Sayangnya, usaha tersebut tidak berjalan seperti yang ia inginkan. Ia lantas memutuskan untuk merantau demi memperbaiki taraf hidup keluarga.

“Saya membawa istri dan kedua anak pindah ke Kalimantan. Di sana kami bekerja di perkebunan kelapa sawit untuk mencari nafkah,” tutupnya.

TERKINI
BACA JUGA