Perumdam Tirta Komodo Terapkan Sistem Anti-Fraud Cegah Kecurangan Internal

Ia mengingatkan pentingnya peran pemimpin sebagai contoh (role model) dalam menegakkan etika kerja, seperti menolak suap, gratifikasi, dan benturan kepentingan.

Ruteng, Ekorantt.com  – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Komodo Kabupaten Manggarai mengambil langkah nyata untuk menutup celah fraud (kecurangan) di lingkungan internalnya.

Bekerja sama dengan BPKP Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), BUMD ini resmi menerapkan Sistem Budaya Anti-Fraud.

Langkah ini dipertegas lewat penandatanganan pakta integritas oleh seluruh jajaran, mulai dari direktur hingga pegawai lapangan.

Tidak sekadar seremonial, kolaborasi ini langsung melahirkan aturan taktis, yaitu Peraturan Direktur tentang anti-fraud dan peluncuran kanal Whistle Blowing System (WBS) sebagai wadah pelaporan internal yang aman dan rahasia.

Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi BPKP NTT, Muksin berkata, ketahanan sebuah organisasi dinilai dari kemampuannya mendeteksi risiko kecurangan sejak dini.

Salah satu alat ukurnya, menurut dia, adalah Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK).

“IEPK ini fokus pada tiga pilar utama: bagaimana organisasi mengelola risiko fraud, bagaimana strategi pencegahannya, dan seberapa efektif penanganan jika terjadi kecurangan melalui investigasi serta tindakan korektif,” ujar Muksin dalam agenda asistensi yang digelar Ruteng pada 18 Mei 2026.

Ia mengingatkan pentingnya peran pemimpin sebagai contoh (role model) dalam menegakkan etika kerja, seperti menolak suap, gratifikasi, dan benturan kepentingan.

Di sisi lain, kredibilitas kanal WBS yang baru dibuka harus benar-benar dijaga.

“Pegawai baru akan berani melapor jika mereka tahu identitasnya aman dilindungi,” tegasnya.

Apabila sistem ini berjalan baik, maka otomatis akan muncul efek jera bagi siapa saja yang berniat melakukan fraud.

Merespons hal tersebut, Direktur Perumdam Tirta Komodo, Marselus Sudirman menerangkan, penandatanganan Pakta Integritas ini adalah komitmen jangka panjang demi pelayanan publik yang bersih.

“Bagi kami, integritas adalah harga mati. Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat Manggarai, kami berkomitmen mengawal sinergi dengan BPKP NTT ini hingga tahun 2027,” kata Marselus optimis.

Sebagai langkah nyata berikutnya, Perumdam Tirta Komodo akan segera membekali Tim Satuan Pengawas Intern (SPI) dengan keahlian audit investigasi.

“Tujuannya agar tim internal mampu memetakan dan mengaudit celah risiko fraud secara mandiri dan berkala,” ungkapnya.

TERKINI
BACA JUGA