Jalan Kewapante-Ohe Nyaris Putus, Akses Tiga Kecamatan di Sikka Terancam Lumpuh

Ruas jalan ini juga dilewati bus-bus pariwisata menuju ke objek wisata Sanggar Bliran Sina Watublapi, Kecamatan Hewokloang dan Sanggar Dika Tawa Tanah, Kecamatan Bola.

Maumere, Ekorantt.comKondisi ruas jalan Kewapante-Ohe yang menghubungkan Kecamatan Bola, Doreng, dan Mapitara, Kabupaten Sikka nyaris putus dan mengancam keselamatan para pengguna jalan.

Ruas jalan tersebut berlokasi di Dusun Botan, Desa Munerana, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT. Ruas jalan ini juga dilewati bus-bus pariwisata menuju ke objek wisata Sanggar Bliran Sina Watublapi, Kecamatan Hewokloang dan Sanggar Dika Tawa Tanah, Kecamatan Bola.

Kerusakan ini menjadi ancaman besar mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi bagi masyarakat Bola, Doreng, dan Mapitara.

Warga Desa Umauta, Kecamatan Bola, Yokobus Tonce Horang menuturkan, kerusakan parah ini telah terjadi sejak Desember 2025 lalu. Namun hingga pertengahan tahun 2026 ini, belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak terkait.

“Setiap kali lewat sini, kami harus ekstra hati-hati karena aspalnya menggantung, lubang menganga dan tanah di bawahnya terus terkikis. Kalau tidak segera diperbaiki, jalan ini bisa putus total,” ungkap Tonce.

Tonce mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sikka, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera mengambil tindakan nyata. Ia menilai pemerintah terkesan lamban dalam menangani infrastruktur publik yang krusial.

Menurut Tonce, jika jalan ini sampai terputus total, dampak kerugian ekonomi dan sosial akan sangat besar.

“Jika terputus total, distribusi hasil bumi dari tiga kecamatan akan lumpuh. Selain itu, citra pariwisata Sikka di mata internasional terancam merosot akibat akses ke dua sanggar budaya ikonik tersebut terputus,” tegas mantan Ketua PMKRI Cabang Maumere ini.

Tonce berharap Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago beserta jajaran Dinas PUPR untuk segera turun ke lapangan, mengalokasikan anggaran darurat, dan melakukan perbaikan permanen (seperti pembangunan turap atau dinding penahan tanah) sebelum memakan korban jiwa.

“Pemerintah Kabupaten Sikka seharusnya tidak menutup mata dan baru bertindak setelah musibah atau kecelakaan fatal terjadi di lokasi tersebut,” tandasnya.

Camat Hewokloang, Anselmus Erdinans berkata, pihaknya bersama Polsek Kewapante telah memasang garis polisi di lokasi ruas jalan rusak tersebut untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Hari ini, saya bersama aparat pemerintah Desa Munerane, Kapolsek Kewapante, dan anggota turun langsung ke lokasi jalan rusak untuk memasang garis polisi, ” ujarnya kepada Ekora NTT, Rabu, 20 Mei 2026 melalui telepon selulernya.

Anselmus menambahkan, Pemerintah Kecamatan telah menyurati Dinas PUPR, BPBD, dan DPRD pada Selasa, 19 Mei 2026 terkait kondisi jalan rusak tersebut.

“Kemarin, saya bersama aparat pemerintah Desa Munerane turun langsung melihat kondisi jalan rusak tersebut. Setelah itu, kami langsung buat surat kirim ke Dinas PUPR, BPBD dan DPRD,” katanya.

Anselmus mengimbau pengguna jalan yang melintas di ruas jalan rusak tersebut agar selalu waspada dan berhati-hati, apalagi pada musim hujan.

TERKINI
BACA JUGA