Polisi Buru Terduga Pelaku Pencabulan Remaja Pria di Adonara Timur

Fardan berkata, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk tujuh remaja yang diduga korban pencabulan oleh MJ. Para korban masih di bawah umur berstatus siswa SMP dan SMA.

Larantuka, Ekorantt.com – Terduga pelaku pencabulan sejumlah remaja pria di Adonara Timur dengan inisial MJ melarikan diri ketika kasusnya masih diselidiki penyidik Polres Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Kasus sesama jenis pria itu telah dinaikkan ke tahap penyidikan.

MJ yang menurut keluarga korban berusia sekitar 22 tahun itu mencabuli banyak remaja di bawah umur, salah satunya AR, siswa kelas X pada salah satu SMA. MJ sempat terlihat pada bulan Februari. Belakangan tak berada di tempat usai keluarga melapor polisi.

“Dia (MJ) sudah melarikan diri sudah tiga bulan, pak, jadi kami berharap pak polisi mereka bisa lacak dia sehingga bisa ditemukan untuk proses hukum,” ungkap NA, ayah kandung AR, Rabu, 20 Mei 2026 petang.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Flores Timur, IPTU Fardan Adi Nugroho, mengungkapkan polisi terus berusaha melacak lewat nomor teleponnya namun belum membuahkan hasil.

“Terduga pelaku sesama jenis ini tidak ada di tempat. Kami sudah cek nomornya, cek pos, lacak nomornya, tetapi tidak dapat di mana posisinya,” katanya saat dikonfirmasi.

Fardan menduga MJ telah mengganti nomor ponselnya sehingga sulit dideteksi lewat Cek Pos (CP). Dugaan kasus pencabulan sesama jenis itu akhirnya belum bisa dilakukan serangkaian proses lebih lanjut.

“Kami sudah koordinasi dengan bhabinkamtibmas mereka dan banyak pihak, kalau memang tahu keberadaannya itu bisa sampaikan kepada kami,” kata Fardan.

Fardan berkata, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk tujuh remaja yang diduga korban pencabulan oleh MJ. Para korban masih di bawah umur berstatus siswa SMP dan SMA.

Berdasarkan pemeriksaan, ungkap Fardan, para korban mengaku didekati pelaku dengan modus membeli permen dan kebutuhan mereka. MJ dan korban terhimpun dalam grup aplikasi media sosial.

“Modusnya dengan mendekati mereka (korban), ajak ke rumah, dan di tempat sepi disitulah ia berbuat secara tak senonoh,” jelasnya.

NA, orang tua dari korban AR (16), merasa gusar semenjak pelaku melarikan diri. Kepribadian anaknya yang periang berubah dengan menyendiri di kamar.

NA tak pernah menyangka MJ setega itu. Mereka saling kenal satu sama lain. Jarak rumah pun berdekatan. NA selama ini mengira MJ melindungi dan membimbing putranya untuk berbuat baik kepada semua orang.

“Di kamar, dia kadang pukul-pukul tembok,” cerita NA. 

Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA