Bajawa, Ekorantt.com – Badan Gizi Nasional (BGN) Nusa Tenggara Timur melakukan pemantauan pembangunan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Kamis, 28 Mei 2026.
Kepala Regional BGN NTT, Oswaldus Ngani mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan dapur di wilayah utara agar pelayanan MBG bisa menjangkau siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah tersebut.
“Kita terus mendorong agar ada percepatan di wilayah ini untuk segera ada pelayanan di wilayah ini,” katanya.
Oswaldus menerangkan untuk wilayah Kecamatan Riung terdapat enam dapur antara lain tiga unit SPPG daerah terpencil dan tiga aglomerasi.
Ia menyebutkan dapur aglomerasi untuk melayani sasaran diatas 1.000 penerima manfaat. “Puji Tuhan untuk dapur aglomerasi semua dalam progres untuk wilayah Riung,” ujar Oswaldus.
Peninjauan pembangunan SPPG ini karena pihaknya menargetkan pelayanan makanan MBG di wilayah tersebut pada Juli 2026 mendatang.
Oswaldus berharap masyarakat di sekitar dapur bisa mendukung pelaksanaan program itu dengan menjadi pemasok bahan baku seperti sayur, buah dan bahan makanan untuk pemenuhan kebutuhan gizi lainnya.
Tidak hanya itu, ia juga mendorong agar masyarakat sekitar bisa dilibatkan dalam program itu yakni menjadi relawan.
“Karena dapur ini bisa berjalan kalau pasokan bahan bakunya stabil,” pungkasnya.
Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menyebutkan sebanyak 9 SPPG yang telah beroperasi dari jumlah alokasi 35 SPPG untuk kabupaten itu.
“Kita terus mendorong untuk percepatan melalui komunikasi dengan masyarakat, pihak ketiga, dan penyediaan lokasi,” katanya.
Bernadinus mengajak masyarakat untuk terlibat dalam penyediaan bahan baku, sebab, prinsip dari program MBG juga melibatkan masyarakat sebagai pemasok bahan baku.
“Untuk itu kita mendorong agar masyarakat tanam dan pelihara sebanyak-banyaknya,” tutupnya.













