Grab Masuk Ruteng, Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Ojek dan UMKM

Sejak mulai beroperasi di Ruteng, Grab mengklaim mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai membantu mobilitas warga sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi pengemudi dan pelaku UMKM.

Ruteng, Ekorantt.com – Kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi Grab di Ruteng bakal membuka peluang ekonomi baru bagi pengemudi ojek, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong percepatan ekonomi digital di Kabupaten Manggarai.

Layanan transportasi ini tentunya tidak hanya menghadirkan alternatif moda transportasi bagi masyarakat.

Partner Engagement Officer Grab Ruteng, Leonardus Dion Ngangu berkata, Grab dibangun sebagai ekosistem digital yang memberi kesempatan masyarakat memperoleh penghasilan melalui layanan transportasi, pesan antar makanan, hingga pengiriman barang.

“Grab hadir untuk membuka peluang ekonomi baru. Kami ingin masyarakat lokal memperoleh manfaat dari perkembangan ekonomi digital,” kata Dion pada Senin, 26 Juli 2026.

Ia berkata, Grab Ruteng telah bermitra dengan sekitar 30 pengemudi GrabBike, termasuk empat pengemudi perempuan, serta 12 pengemudi GrabCar.

Sebagian besar ialah ojek pangkalan yang kini memperluas sumber pendapatannya melalui aplikasi.

Dion bilang, kehadiran Grab tidak menggantikan pelanggan yang telah dimiliki para pengemudi secara konvensional, tetapi justru memperluas akses mereka terhadap calon penumpang.

“Kami datang untuk membantu teman-teman ojek pangkalan agar memiliki pasar yang lebih luas, bukan mengambil mata pencaharian mereka,” kata Dion.

Karena itu, layanan Grab memungkinkan pengemudi melayani perjalanan ke berbagai wilayah daratan di Kabupaten Manggarai yang dapat dijangkau kendaraan.

Sementara sistem penjemputan pelanggan disesuaikan dengan radius sekitar satu hingga dua kilometer dari lokasi pengemudi agar layanan tetap efisien.

Menurutnya, Grab Indonesia menerapkan skema pembagian pendapatan yang memberikan porsi lebih besar kepada mitra pengemudi.

Untuk layanan GrabBike, pengemudi menerima 92 persen dari nilai perjalanan, sedangkan 8 persen menjadi komisi aplikasi. Adapun pada layanan GrabCar, pengemudi memperoleh 90 persen dan aplikator menerima 10 persen.

“Driver menerima bagian terbesar. Kami menyebut mereka partner karena mereka adalah mitra dalam ekosistem ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, seluruh tarif perjalanan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah melalui regulasi Kementerian Perhubungan sehingga tidak ditentukan secara sepihak oleh perusahaan.

“Tarif sudah diatur pemerintah sehingga memberikan kepastian harga bagi masyarakat maupun mitra pengemudi,” ujarnya.

Selain peluang memperoleh pendapatan, Grab juga menyediakan perlindungan bagi para mitra selama menggunakan aplikasi.

Bagi Dion, setiap pengemudi memperoleh perlindungan asuransi, termasuk ketika mengalami kecelakaan saat bekerja maupun menjadi korban pesanan fiktif atau penipuan.

“Kalau terjadi order fiktif atau scam, kami memiliki mekanisme penggantian sebagai bentuk tanggung jawab kepada partner,” katanya.

Tidak hanya sektor transportasi, Grab juga memperluas ekosistem digital melalui layanan GrabFood dan GrabMart yang menjadi sarana pemasaran bagi pelaku UMKM.

Hingga kini tercatat sebanyak 124 mitra GrabFood dan delapan mitra GrabMart telah bergabung di Ruteng. Seluruh proses pendaftaran dilakukan tanpa dipungut biaya.

Menurut Dion, digitalisasi membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, meningkatkan penjualan, dan memperkuat daya saing usaha lokal.

“UMKM Manggarai memiliki potensi besar. Kami ingin membantu mereka go digital sehingga pasarnya semakin luas,” ujarnya.

Ia menambahkan berbagai program promosi yang tersedia di aplikasi diharapkan mampu meningkatkan transaksi sekaligus memberikan keuntungan bagi pelaku usaha maupun konsumen.

Dalam pengembangan layanan di Manggarai, Grab mengutamakan perekrutan masyarakat setempat sebagai mitra pengemudi maupun pelaku usaha.

Ekspansi Grab ke Ruteng dilakukan setelah melalui kajian potensi pasar yang menunjukkan besarnya peluang pertumbuhan ekonomi digital di wilayah tersebut.

“Kami mengutamakan putra daerah. Tujuan kami bukan mengambil pekerjaan masyarakat, tetapi menciptakan kesempatan ekonomi baru yang bisa dinikmati bersama,” katanya.

Sejak mulai beroperasi di Ruteng, Grab mengklaim mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai membantu mobilitas warga sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi pengemudi dan pelaku UMKM.

“Harapan kami, semakin banyak masyarakat Manggarai yang memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,” ucapnya.

TERKINI
BACA JUGA