Maumere, Ekorantt.com – Namanya Tumim. Perempuan kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah lima puluh tiga tahun silam ini adalah seorang penjual jamu gendong. Merantau ke Maumere sejak tahun 2002 Tumim fokus pada berjualan jamu.
Keputusan untuk meninggalkan tanah kelahirannya tidak terlepas dari persaingan ketat para penjual jamu gendong di Solo.
Ketrampilan meracik dan menjual jamu gendong ia peroleh dari neneknya. “Saya tidak punya keterampilan lain yang lebih baik selain meracik jamu,” begitu kata Tumim.
Bagi ibu dari dua anak ini menjadi penjual jamu gendong adalah profesi yang membahagiakan. Setiap hari bertemu dengan banyak pelanggan dengan berbagai aneka keluhan sakit anggota keluarga mereka.
“Dari anak susah makan, pegal-pegal linu, asam urat, kolesterol, ambeien, dan penyakit lainnya menjadi keluhan setiap hari ketika bertemu dengan pelanggan,” ujar Tumim yang merasa bahagia bila pelanggannya sehat setelah minum jamu.
Tumim boleh dibilang sangat setia dengan pekerjaannya sebagai penjual jamu.
Setiap pagi pukul 5.30 Wita, ojek sewaannya menurunkan Tumim yang tinggal di jalan Kimang Buleng Kelurahan Kota Uneng ini di depan Kantor Golkar, Jalan Wairklau Maumere.
Dengan berjalan kaki Tumim menyusuri lorong-lorong wilayah Misir dengan pekik suara halus menjajakan jamu.
Dirinya sudah banyak dikenal sehingga interaksinya dengan pelanggan pun menurutnya menyenangkan.
“Warga Maumere ramah dan menyenangkan, saya sudah nyaman jadi penjual jamu di sini,” tutur Tumim.
Dengan berjualan jamu gendong Tumim yang hanya tamatan Sekolah Dasar ini, mampu menyekolahkan dua anaknya hingga tamat SMA dan sekarang sudah bekerja.
“Saya juga sudah punya dua bidang tanah di Solo hasil dari jualan jamu ini,” ujarnya bangga.
Tumim mengatakan resep kesuksesan hidup ada pada kerja dan doa. Keajaiban tercukupi semua kebutuhan justru terletak pada kemampuan memadukan dua kekuatan yakni kerja dan doa.
“Saya sendiri tidak percaya dengan keadaan ini tetapi satu hal yang saya yakini adalah Allah SWT yang menolong keluargaku karena saya selalu sholat tahajut sambil memohon kepada Allah SWT untuk mencukupi kekurangan hidup keluarga ini,” jelas Tumim.
Yuven Fernandez













