Pemkab Sikka Gandeng KSU Plea Puli Kelola Rumah Kemasan Terpadu

Kata dia, rumah kemasan juga melayani pencetakan goodie back, kotak nasi, dan label khusus untuk produk VCO maupun moke yang desainnya disesuaikan dengan permintaan pelaku UMKM.

Maumere, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Sikka menggandeng Koperasi Serba Usaha (KSU) Plea Puli mengelola rumah kemasan terpadu di kawasan Sikka Inovation Center (SIC), Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.

Rumah kemasan hadir untuk membantu pelaku UMKM lokal mengatasi mahalnya biaya cetak dan desain kemasan produk, sekaligus mendongkrak daya saing.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, Valerianus Samadaor mengatakan, fasilitas tersebut merupakan bantuan atau hibah dari Kementerian Koperasi dan UKM kepada Pemkab Sikka.

Selanjutnya, pemerintah daerah membuat skema kerja sama dengan pelaku usaha melalui wadah koperasi.

“Karena skemanya kerja sama diwajibkan sejak awal, dinas menggandeng KSU Plea Wuli untuk mengelola rumah kemasan,” ujar Valerianus di Maumere, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah dan KSU Plea Puli sepakat menjalin kerja sama selama lima tahun dengan skema pembagian keuntungan.

Skema bagi hasil keuntungan ditetapkan 90 persen untuk KSU Plea Puli dan 10 persen untuk Pemkab Sikka pada tahap pertama.

Pembagian disesuaikan menjadi 80-20 pada tahun kedua, 70-30 pada tahun ketiga, 60-40 pada tahun keempat, hingga mencapai skema 50-50 pada tahun ketujuh, kata Valerianus.

General Manager Rumah Produksi Kemasan Plea Puli, Polikarpus M Batawarat menjelaskan, Kementerian Koperasi dan UKM menunjuk KSU Plea Puli untuk mengelola fasilitas tersebut.

Saat ini, rumah kemasan telah uji operasional setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 18.00 Wita.

“Tahap uji operasional telah berlangsung sejak Maret hingga Juli 2026. Peluncuran secara resmi dijadwalkan pada akhir bulan ini,” kata Polikarpus.

Ia mengatakan, dukungan peralatan terdiri dari 10 unit mesin modern yang terintegrasi secara sistem. Ada tujuh tenaga kerja yang secara struktur terdiri dari manajer operasional, general manajer, bendahara, dan dua desainer grafis.

Polikarpus menyebutkan berbagai layanan yang tersedia di rumah kemasan dengan harga yang terjangkau seperti cetak stiker atau label kemasan kertas ukuran A3 dengan kisaran harga Rp12.500.

Selain itu, tersedia kemasan standing pouch yang dibanderol mulai dari Rp3.500 untuk ukuran 12×20 cm dan Rp3.800 hingga Rp4.000 untuk ukuran 15×30 cm.

Kata dia, rumah kemasan juga melayani pencetakan goodie back, kotak nasi, dan label khusus untuk produk VCO maupun moke yang desainnya disesuaikan dengan permintaan pelaku UMKM.

“Tidak hanya kemasan, kami juga melayani sablon baju seharga Rp30.000 hingga Rp35.000, serta jasa cetak kartu nama, undangan pernikahan, dan komuni suci pertama,” beber dia.

Ia menambahkan, rumah kemasan sudah melayani belasan pelaku UMKM dan BUMDES dari Kabupaten Sikka dan Flores Timur.

“Setelah launching nanti, harapan kami ada peningkatan jumlah pemesan dari seluruh pelaku usaha daratan Flores, mulai dari Lembata, Flores Timur, Ende, Manggarai, Bajawa, Nagekeo hingga Labuan Bajo,” pungkasnya.

“Dengan menjangkau seluruh daratan Flores, kami ingin membantu pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk sehingga mampu menembus pasar yang lebih besar,” tambah dia.

Untuk diketahui, rumah produksi kemasan tersebut dikelola KSU Plea Puli, Desa Bloro, Kecamatan Nita akan segera diluncurkan sebagai fasilitas kemasan terpadu pertama dan satu-satunya di Flores.

TERKINI
BACA JUGA