Kupang, Ekorantt.com – Florentina Ringa, sosok perempuan yang berani mengambil keputusan untuk banting setir dari dosen di kampus menjadi wirausahawan di Kupang.
“Saya tidak betah bekerja (dosen) kebanyakan duduk dan kerja di bawah perintah orang lain,” kata Florentina saat berbicara kepada Ekora NTT di tempat usahanya di Osmok, Kecamatan Alak, Kota Kupang pada Rabu, 15 Juli 2026.
Keputusannya mundur dari dosen mendapat dukungan dari sang suami, Bernadus Lela, yang sudah lebih dulu berkecimpung dan bergelut di sektor swasta.
Berhenti dari dunia kampus, Florentina merintis usaha penangkaran bibit tanaman bersama suaminya, Bernadus. Mereka menangkar bibit cendana, mahoni, hingga gamelina.
Usaha ini menjanjikan dan memberi hasil yang cukup. Mereka menjadi penyedia bibit ke sejumlah wilayah di Pulau Timor dan Flores.
Dalam perjalanan, usaha penangkaran bibit terhenti akibat pandemi Covid-19. Pemerintah di beberapa daerah tak bisa lagi melakukan pengadaan bibit akibat pengalihan anggaran untuk pemulihan ekonomi.
Di tengah situasi seperti ini, Florentina diperkenalkan oleh kerabatnya tentang Kopdit Pintu Air. Hingga pada suatu waktu, ia bersama suaminya melintasi jalan tepat di Kantor Cabang Kopdit Pintu Air Kupang. Ia pun teringat cerita kerabatnya.
“Oh Pak ini kantor Kopdit Pintu Air. Mari kita mampir,” kenang Florentina saat mengajak suaminya masuk ke kantor koperasi yang berhadapan dengan rumah jabatan Walikota Kupang itu.
Mereka berdua mendapat sambutan hangat dari staf manajemen yang sedang bertugas melayani anggota. Seorang karyawan menjelaskan kepada mereka tentang produk layanan Kopdit Pintu Air.
Seminggu kemudian, Florentina kembali mendatangi kantor Kopdit Pintu Air untuk mendaftarkan diri menjadi anggota.
Florentina dan Bernadus mulai merintis usaha baru dengan akses modal dari Kopdit Pintu Air. Mereka membeli mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah Kota Kupang.
“Puji Tuhan, usaha yang kami jalani ini berbuah baik. Saking banyak permintaan akhirnya kami menambahkan satu unit lagi dan saat ini kami perkerjakan lima orang tenaga kerja,” tutur Florentina.
Tak berhenti di situ. Pasutri ini kemudian merintis usaha ternak babi, membangun kos-kosan hingga menyediakan pakan bagi peternak.
Florentina dan Bernadus kemudian mendirikan CV Dua Putra untuk menaungi penjualan sembako dan pakan ternak. Pakan babi dan ayam didatangkan dari Surabaya yang dikirim menggunakan kontainer dalam bentuk tepung dan pelet.
“Pengadaan pakan sendiri untuk membantu para peternak di seputar Kecamatan Alak. Dari pada peternak mesti turun ke Kupang yang harus membuang biaya tambah, lebih baik beli langsung di sini,” kata Florentina.
Florentina dan Bernadus kini memperoleh penghasilan yang cukup setiap bulan dari usaha yang ada. Mereka bisa hidup mandiri. Keduanya juga mempekerjakan sejumlah karyawan.
Florentina berharap Kopdit Pintu Air terus memberikan pelayanan terbaik kepada anggota. Dengan begitu, “kami sebagai anggota bisa hidup sejahtera dan sukses dalam usaha.”













