Serena Francis Nilai Karnaval Jamda NTT Bangkitkan Ekonomi Lokal

Jambore Daerah Gerakan Pramuka NTT 2026 merupakan agenda lima tahunan yang menjadi wadah pembinaan Pramuka Penggalang se-Nusa Tenggara Timur.

Kupang, Ekorantt.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis menilai pelaksanaan Karnaval Budaya Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka NTT 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga mampu membangkitkan perekonomian lokal melalui meningkatnya aktivitas masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karnaval yang berlangsung dari Rumah Jabatan Gubernur NTT hingga Saboak Taman Nostalgia itu diikuti sekitar 5.000 peserta yang terdiri atas kontingen dari 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-NTT serta ribuan Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega dari Gugus Depan se-Kota Kupang.

Serena mengatakan, Pemerintah Kota Kupang mendukung penuh pelaksanaan Jambore Daerah dengan memastikan seluruh pelayanan publik berjalan optimal.

Berbagai organisasi perangkat daerah dikerahkan untuk memberikan layanan mulai dari pengaturan lalu lintas, kebersihan, kesehatan, keamanan, hingga penataan kawasan kegiatan agar seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan nyaman.

“Kami ingin memastikan seluruh peserta dan masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan karnaval mendapatkan pelayanan terbaik. Sinergi seluruh perangkat daerah menjadi bagian penting dalam menyukseskan Jambore Daerah NTT 2026,” ujar Serena pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dan masyarakat di sepanjang rute karnaval memberikan dampak ekonomi yang nyata. Kawasan Saboak Taman Nostalgia yang menjadi titik akhir kegiatan dipadati pengunjung sehingga pedagang kuliner, kriya, dan jajanan lokal mengalami peningkatan penjualan dibandingkan hari biasa.

Selain itu, jasa transportasi lokal dan usaha perparkiran juga ikut merasakan manfaat dari meningkatnya mobilitas peserta dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Karnaval budaya ini membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya fokus pada pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Kupang,” kata Serena.

Di samping menampilkan pakaian adat dan tarian khas dari 17 kabupaten/kota di NTT, setiap kontingen juga menyampaikan berbagai pesan sosial melalui atraksi dan kreativitas mereka.

Isu yang diangkat meliputi pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, literasi digital, adaptasi perubahan iklim, pencegahan stunting, perlindungan anak, ketahanan pangan, hingga pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman.

Serena menilai perpaduan antara kekayaan budaya dan pesan-pesan pembangunan tersebut menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap berbagai persoalan sosial di daerah.

Jambore Daerah Gerakan Pramuka NTT 2026 merupakan agenda lima tahunan yang menjadi wadah pembinaan Pramuka Penggalang se-Nusa Tenggara Timur.

TERKINI
BACA JUGA