Festival Pangan Lokal di Manggarai Timur Ajak Warga Kembali Konsumsi Pangan Tradisional

Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsius Syukur, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan ASPPUK bersama para mitra.

Borong, Ekorantt.com –  Program Food, Education, Agriculture, Sustainability Together (Feast) mengajak masyarakat Flores kembali melirik kekayaan pangan lokal sebagai solusi meningkatkan gizi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Pesan itu tersampaikan dalam Festival Pangan Lokal bertajuk “Neka Hemong Hang Dite” yang digelar di Aula Kantor Camat Borong pada Jumat, 31 Juli 2026.

Program Feast merupakan kolaborasi DBS Foundation, Humanis, dan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (Asppuk). Sejak dimulai pada 2025, program ini menjangkau delapan kabupaten di Pulau Flores yang masih menghadapi tantangan tingginya angka stunting.

Program serupa juga dilaksanakan di Sulawesi dan Sulawesi Utara selain di Flores.

Direktur Eksekutif Asppuk, Emmy Astuti berkata, festival tersebut tidak sekadar memamerkan aneka pangan lokal, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa pangan lokal bagian dari identitas budaya, kesehatan keluarga, serta masa depan pertanian.

“Kami berharap program Feast menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat melalui pertanian yang berkelanjutan,” kata Astuti.

Ia berpendapat, perempuan, terutama para ibu yang mengelola dapur keluarga, memegang peran strategis dalam menjaga keberlanjutan pangan.

Ancaman perubahan iklim yang semakin memengaruhi kehidupan petani, kekayaan pangan lokal dinilai mampu menjadi sumber gizi yang beragam sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat.

Karena itu, ia menilai tantangan saat ini bukan terletak pada ketersediaan pangan lokal, melainkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai meninggalkan  lokal sebagai pangan tradisional.

Karena itu, pihaknya mendorong literasi gizi berbasis komoditas lokal.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa pangan lokal memiliki nilai gizi tinggi dan layak menjadi konsumsi sehari-hari,” katanya.

Asppuk yang berkantor pusat di Jakarta saat ini bekerja di 22 provinsi dengan fokus pada pengembangan usaha berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan penguatan kepemimpinan perempuan.

Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsius Syukur, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan ASPPUK bersama para mitra.

Ia berkata, Festival Pangan Lokal menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang membangun kerja sama untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.

Sebab itu, pendampingan kepada petani tidak hanya mendorong peningkatan produksi, melainkan juga membantu masyarakat mempertahankan keberagaman pangan lokal di setiap wilayah mereka.

“Penting juga dilakukan pendampingan agar masyarakat mampu mengolah hasil tanaman lokal menjadi produk yang berkualitas dan bernilai tambah,” tutupnya.

TERKINI
BACA JUGA