Alumni Lemhanas Perkuat Wawasan Kebangsaan bagi Paskibraka Ngada

"Para Paskibraka juga dibekali pemahaman tentang nilai religius, kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan, keadilan, demokrasi, persatuan bangsa, kemandirian, toleransi, keharmonisan, serta gotong royong," ujarnya.

Bajawa, Ekorantt.com – Ketua Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) NTT, Romo Rofinus Neto Wuli, memberi pembekalan materi nilai-nilai pancasila dan wawasan kebangsaan bagi 21 Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) di Aula hotel Edelweys Bajawa, Minggu, 9 Agustus 2026.

Peserta Paskibraka dibekali materi pembinaan ideologi Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan berdasarkan empat konsensus dasar bangsa serta materi Paskibraka berkarakter Pancasila dalam spirit kebangsaan.

Romo Rofinus mengatakan Paskibraka mestinya memahami dan mengimplementasikan empat konsensus dasar bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Para Paskibraka juga dibekali pemahaman tentang nilai religius, kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan, keadilan, demokrasi, persatuan bangsa, kemandirian, toleransi, keharmonisan, serta gotong royong,” ujarnya.

Menurutnya, dalam menjalankan pelatihan dan pendidikan, Paskibraka diharapkan tidak saja memiliki kesiapan fisik dan keterampilan dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki karakter yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Ia menekankan pentingnya rasa kebangsaan sebagai kesadaran untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Rasa kebangsaan, kata dia, dapat tumbuh dari kesamaan sejarah, kebudayaan, aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan kehidupan sebagai bangsa.

Melalui pemberian materi wawasan kebangsaan, diharapkan mampu menjadi generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, menjunjung persatuan, serta mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Paskibraka Kabupaten Ngada diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda lainnya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata dia.

Pejabat Sekretaris Daerah Ngada, Yohanes Ga’e mengatakan tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan tantangan yang dihadapi para pahlawan pada masa perjuangan kemerdekaan.

Menurutnya, jika dahulu para pahlawan mengangkat senjata untuk mengusir penjajah, maka generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk kemampuan mengendalikan diri, menjaga karakter, serta tidak terjebak pada berbagai pengaruh negatif perkembangan zaman dan teknologi.

“Kalian harus mampu membebaskan diri dari hal-hal negatif, menjaga karakter dan menjadi contoh bagi yang lain. Inilah kesempatan untuk menjadi pahlawan pada zaman ini,” tegasnya.

Sebagai putra-putri terbaik yang telah dipilih melalui proses seleksi, ia berharap Paskibraka mampu menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan selama mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan hingga pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang.

TERKINI
BACA JUGA