BNPB Bangun 2.418 Huntara untuk Warga Terdampak Gempa Manggarai Timur

Pembangunan Huntara ditargetkan akan rampung dalam tiga bulan

Borong, Ekorantt.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun 2.418 hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai Timur.

Direktur Wilayah II sekaligus Ketua Satgas BNPB Kabupaten Manggarai Timur, Riswandi berkata, enam unit huntara sudah dibangun seratus persen. Sementara sisanya sedang proses dibangun.

“Sisanya para vendor yang sudah bekerja sama dengan BNPB dan pemda sudah mulai melihat lokasi, ada juga yang sudah menaruh material dulu. Jadi kalau mau dilihat, mau yang akan dibangun, keseluruhan 2.418 unit,” kata Riswandi kepada Ekora NTT pada Selasa, 22 September 2026.

Ia bilang, jumlah tersebut menyebar pada 12 kecamatan yang berada di Manggarai Timur. Dengan kecamatan terbanyak adalah Lamba Leda Utara. Lalu disusul Kecamatan Lamba Leda, kemudian Kecamatan Sambi Rampas.

Dalam menentukan jumlah huntara yang dibutuhkan di setiap kecamatan, ia mengklaim bahwa itu berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh Kedeputian IV dari BNPB yang dibantu oleh enumerator dan kompilator.

“Sehingga terbentuklah angka (jumlah huntara) tersebut.”

Riswandi berkata, angka tersebut tidak ditentukan secara mandiri, tetapi berdasarkan enam parameter yang telah ditetapkan dalam Juk Perban V BNPB.

Selain itu secara teknisnya, penilaian tersebut merupakan bagian dari penilaian teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Jadi memang parameter tersebut keluar dari tim ahli yang memang sudah menentukan bahwa itu rumah rusak berat,” terangnya.

Hasilnya, semua tercatat jelas pada aplikasi SIGAP. Penduduk yang mengalami kerusakan rumah pun dapat melihat hasilnya.

Sebab itu, pihaknya menyediakan masa sanggah selama tiga hari kepada warga terdampak untuk mengoreksi kategori kerusakan rumah mereka sebelum data tersebut dikunci.

“Mereka ada yang menyanggakan. Dan itu semuanya prosesnya transparan, bisa dilihat semua orang,” katanya.

Dengan membangun 2.418 unit, Riswandi menarget dalam tiga bulan akan rampung, sehingga bisa ditempati warga.

“Tapi kalau memang agak melambat, kami targetkan empat bulan.”

Ia beralasan karena mengingat jumlahnya yang tidak sedikit. Belum lagi distribusi meterial maupun kerangka baja yang harus didatangkan dari luar Flores.

“Lalu sumber daya tukang. Itu pun sudah mulai, karena mereka sudah mulai banyak bekerja selain proyek huntara ini juga mereka bekerja di sekolah ini.”

“Sekolah ini lagi ada perbaikan-perbaikan,” tambahnya.

Kendala lain, menurut dia, terkait kondisi jalan raya yang rusak. Ia mencontohkan Kecamatan Elar yang harus menggunakan kendaraan roda enam bila mengangkut material.

“Sehingga nanti terbebani, terkait dengan pembiayaan transportasi, droping material, dan sebagainya,” terangnya.

Ia menambahkan, anggaran yang dialokasikan BNPB maksimal Rp34 juta per unit. Apabila dihitung, anggaran yang harus disiapkan sebanyak Rp82.212.000.000.

“Hanya untuk hunian sementara. Karena yang rumah rusak ringan dan rusak sedang itu, akan kami berikan dana stimulan,” terangnya.

Sementara Ketua Satgas Penanganan Bencana Gempa Kabupaten Manggarai Timur, Vinsensius Tala menyatakan langkah-langkah yang diambil sekarang percepatan pembangunan huntara, sebagai upaya di masa pemulihan kemudian rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama warga terdampak yang rumah rusak berat.

Di sisi lain, dana stimulan disiapkan untuk rusak ringan dan sedang.

“Karena rusak berat itu langsung pembangunan Huntara,” katanya.

Ia berkata, pembangunan huntara harus dipercepat agar putaran ekonomi masyarakat tetap berjalan.

“Karena dari penjelasan Direktur BNPB bisa dikerjakan sendiri. Kalaupun dia menunjuk tukang, dia yang menunjuk tukang, kalau dia bisa kerja, kerjakan sendiri,” tuturnya.

Tala merincikan skema bantuan tersebut; rusak ringan Rp15 juta dan rusak sedang Rp30 juta.

“Sedangkan rusak beratnya belum fokus, karena sekarang sedang dibangun huntara. Yang rusak berat nanti akan dapat dana stimulan Rp70 juta,” ucapnya.

TERKINI
BACA JUGA