Bajawa, Ekorantt.com – Kepala Badan Nasional Peanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban gempa Flores di Kabupaten Ngada akan selesai pada Desember 2026 mendatang.
Menurutnya untuk rumah dalam kategori rusak berat, pembangunan akan dilakukan pemerintah dengan ukuran 6×6 meter, sementara rusak ringan dan sedang pemerintah akan memberikan dukungan dana untuk belanja bahan bangunan dan biaya tukang.
“Total bantuan rusak ringan 15 juta, sedang 30 juta dan berat 70 juta, untuk rusak berat nanti pemerintah yang bangun melalui vendor dengan satu tipe yang sama,” katanya saat memantau pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Rakalaba I, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Rabu, 30 september 2026.
Suryanto memastikan pencairan dana pembangunan hunian tetap akan dilaksanakan pada Oktober 2026 mendatang. Dalam proses pencairan itu akan didampingi tim teknis agar masyarakat memahami penggunaan dana.
Ia menjelaskan, dana tersebut nantinya akan dialokasikan dengan rincian 75 persen untuk biaya tukang dan 25 persen untuk pembelian material.
Bupati Ngada, Raymundus Bena menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat terhadap korban bencana gempa Flores.
Menurutnya, saat ini Kabupaten Ngada masuk dalam masa transisi hingga 16 Desember 2026 mendatang.
Saat ini, menurut Bupati Raymundus, pemerintah terus melakukan upaya penyelesain pembangunan 268 hunian sementara (huntara).
“Kami berharap pembangunan huntara ada perpaduan bahan lokal seperti kayu atau bambu dengan bahan pabrikasi,” ujarnya.
Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat delapan ribu rumah masuk dalam kategori rusak berat, sedang hingga ringan.













