Pemkab Flotim Pastikan Ahli Waris Korban Gempa Flores Terima Santunan Duka

Bantuan tersebut akan direalisasi langsung kepada ahli waris setelah serangkaian tahapan. Benediktus belum memastikan tenggat waktu secara pasti.

Larantuka, Ekorantt.com – Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran memastikan dana bantuan Presiden tetap mengakomodir dua korban gempa Flores. Santunan duka dengan nilai Rp75 juta untuk dua ahli waris sedang dalam proses pencairan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Flores Timur.

Ignas berkata, rencana penggunaan bantuan presiden Rp20 miliar yang dirancang Pemkab Flores Timur sudah diverifikasi dan disetujui Pemerintah Pusat. Bantuan miliaran itu juga digunakan untuk berbagai kebutuhan warga penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

“Sekarang proses realisasi. Yang sudah ada SK (Surat Keputusan) juga termasuk santunan kematian,” ujar Ignas saat dikonfirmasi Ekora NTT pada Rabu, 28 Oktober 2026.


Kepala Dinas Sosial Flores Timur, Benediktus Herin mengatakan, dua korban gempa yakni Bernadus Muda, warga Desa Lewopao, Kecamatan Ile Boleng, dan Mateus Noba Noba, warga Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang.

“Penerimanya ahli waris, jadi sesuai dengan disposisi pak bupati masing-masing sebesar Rp75 juta,” katanya.

Bantuan tersebut akan direalisasi langsung kepada ahli waris setelah serangkaian tahapan. Benediktus belum memastikan tenggat waktu secara pasti. Dana masih berada di rekening keuangan daerah.

“Sudah di keuangan, jadi nanti ditransfer ke rekening dinas sosial baru kita proses lebih lanjut. Data-data penerima santunan sudah kita kantongi,” ungkapnya.

Benediktus menyampaikan belasungkawa bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan.

Ia berharap bantuan presiden yang didisposisi bupati dapat membantu korban gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7 yang dampaknya juga terasa di Flores Timur.

Bernadus Muda dan Mateus Noba Noba meninggal saat peristiwa gempa pada 15 Agustus 2026. Bernadus tewas tertimpa reruntuhan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Sementara Mateus Noba Noba, 74 tahun, meninggal saat menyelamatkan diri. Mateus berlari keluar rumah bersamaan dengan entakkan gempa. Ia terjatuh dan menabrak pintu rumahnya.

Keluarga dan petugas kesehatan desa yang datang menolong mendapatinya dalam kondisi tak bernyawa beberapa saat setelah terjatuh.

Penulis: Paul Kebelen

TERKINI
BACA JUGA