Gedung Baru SKB Sikka Harus Punya Dampak Positif

Maumere, Ekorantt.com – Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sekolah Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sikka menggelar perayaan misa syukur pemberkatan gedung baru pada Jumat (1/3/19) di aula lembaga pendidikan tersebut.

Ada tiga gedung baru dan tujuh ruang kelas hasil rehaban yang diberkati pada momen itu.

Adapun bangunan-bangunan itu dikerjakan sejak Oktober 2018 dan rampung pada Februari 2019 lalu.

Hadir dalam acara tersebut, Plt. Kepala SPNF SKB Sikka, Hortensia Dou, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Sikka, Yoseph Benyamin, Sekretaris Dinas Perijinan Sikka, Lurah Madawat, mantan kepala SKB Sikka, para siswa SKB, dan para tukang bangunan.

Dalam sambutannya, Hortensia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan pembangunan gedung baru dan rehab beberapa gedung tersebut.

iklan

“Kami bersyukur karena dari enam SPNF SKB se-NTT,  SPNF SKB Sikka termasuk salah satu SKB yang mendapat dana sebesar Rp1,281 Milyar. Dengan rincian untuk pembangunan tiga ruang kelas baru, rehab tujuh ruang kelas, rehab MCK, rehab aula, dan rehab kantor,” katanya.

Horten menjelaskan, pada tahun 2017 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sikka dirubah menjadi Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) SKB Sikka.

Pada tahun 2018, SPNF SKB Sikka diakreditasi dan mendapat predikat B.

“Peserta didik SPNF SKB Sikka juga sudah mendapat dana PIP untuk SMP kelas VII, kelas VIII,dan kelas IX. Untuk tahun 2019 ini kami juga mendapat dana pusat untuk sarana paket B dan paket C,” tandas Horten.

Ia berharap agar seluruh peserta didik baik dari paket B maupun paket C serta semua guru, dan pegawai SKB benar-benar memanfaatkan semua gedung dengan bertanggungjawab.

Tingkatkan Mutu

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PKO Sikka, Yoseph Benyamin, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berharap agar fasilitas yang sudah dibangun dimanfaatkan dengan baik.

Pasalnya, untuk mendapatkan permohonan baru pembangunan dan renovasi gedung butuh waktu lama.

“Mimpi kita itu berkaitan dengan pembangunan lima tahun ke depan. Dalam kaitan dengan Rencana Strategis (RENSTRA), Dinas PKO juga menyelesaikan masalah utama, yakni akses layanan pendidikan dan mutu pendidikan yang belum optimal. Masih rendah,” ungkapnya.

“Maka, pembangunan sarana/prasarana adalah bagian dari menjawabi masalah akses layanan pendidikan,termasuk lembaga pendidikan nonformal. Itu bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sikka,”lanjut Yoseph.

Yoseph juga menekankan perihal tiga indikator yang harus diperhatikan yakni, pertama, kebutuhan sarana/prasarana pendidikan harus benar-benar optimal pada setiap satuan pendidikan.

Kedua, persoalan mutu tenaga pendidikan/kependidikan. Dan ketiga, kompetensi siswa dalam kaitan dengan peningkatan mutu pendidikan.

“Tiga unsur ini menjadi pendukung utama dalam meningkatkan mutu pendidikan, maka kita perlu membangun kerjasama yang baik,” imbuhnya.

Yoseph juga mengharapkan agar dengan peningkatan fasilitas belajar, mutu pendidikan di sana semakin baik.

Ia bahkan menantang lembaga pendidikan tersebut bisa meraih akreditasi A di waktu mendatang.

 

 

TERKINI
BACA JUGA