Minum Kopi di Warkop Sederhana Stefania Tanggo

Borong, Ekorantt.com– Salah satu jenis usaha yang populer di kalangan masyarakat menengah ke bawah adalah warung kopi alias warkop. Meskipun begitu, warkop telah berkembang menjadi  usaha warung kecil yang menjual kebutuhan pokok lainnya, seperti teh, mie instan, penangan, makanan ringan dan kebutuhan lainnya.

Laku usaha ini banyak dipilih oleh sebagian masyarakat karena memiliki peluang yang bagus. Hampir setiap orang membutuhkan warkop di mana saja mereka berada. Sekarang tergantung keseriusan orang yang menjalaninya saja.

Salah satu pegiat usaha warkop di  Manggarai Timur, tepatnya di Golo Laci, Desa Golo Leda, Kecamatan Borong, bernama Stefania Tanggo (25). Ketika Ekora NTT datang sambangi warkopnya, Jumat (15/6/2019), raut wajahnya tampakkan senyum mengembang. Hal yang sama juga dia tunjukkan kepada pengunjung warung lainnya.

Ketika ditanyai, dia katakan bahwa pekerjaan pokoknya  sebagai pegawai tata usaha di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Beakan Tangis. Sementara, warkop merupakan bagian dari usaha sampingan yang dia jalani. Pekerjaan ini dia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang menurut dia sangat sulit dan serba susah.

Suasana di warkop milik Stefania Tanggo

“Awal saya termotivasi membuat warung ini karena saya melihat tempatnya sangat strategis dan hampir setiap hari banyak sekali orang melewati jalur ini. Untuk itu, saya langsung berpikir untuk membuat sebuah warung kopi di tempat ini,” ungkap dia.

iklan

Alasan lainnya, tempat itu memiliki view menarik dan manjakan mata. Pemandangan di sekitar berupa sawah, perkebunan juga rimbun pepohonan semakin menasbihkan itu. “Situasinya juga sangat hening dan sepi”, tambah dia.

Alhasil, warung kopi yang ukurannya 5 X 3 meter itu hampir setiap hari dikunjungi. Rata-rata jumlah pengunjung yang datang, 10-20 orang. Dengan penghasilannya setiap hari kurang lebih Rp 300.000.

Rata-rata, lanjut Stefania, pengunjung yang datang mengunjungi warkop ini setiap hari mencapai 10-20 orang. Dengan rata-rata penghasilan yang didapatkan setiap hari mencapai Rp 300.000.

Salah seorang pengunjung bernama Apholonia Dasilva pun mengakui bahwa lokasi tersebut sangat indah dan bagus. “Sepi dan udaranya sejuk,” bebernya.

Bagi para pecinta kopi, jangan lupa singgah sejenak di warkop milik Stefania Tanggo yang berada di samping badan jalan jalur Borong-Nceang ini. Jarak dari kota Borong, ibu kota Manggarai Timur,  ke warkop ini  sekitar 6 kilometer. Kalau  menggunakan kendaraan roda dua, lama waktu yang bisa Anda tempuh sekitar 30-an menit.

Jangan lupa ngopi dan salam seruput. (Mulia Donan/kontributor)

 

 

TERKINI
BACA JUGA