Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete memberikan penjelasan dalam Konferensi pers KSP Kopdit Obor Mas di Aula Kantor Pusat Obor Mas, Senin (6/8/2019).

Maumere, Ekorantt.com – KSP Kopdit Obor Mas memiliki komitmen yang teguh untuk membangun perumahan layak huni bagi anggota.

Demi mewujudkannya, Kopdit yang berpusat di Kota Maumere ini akan membentuk Perseroan Terbatas (PT) bernama PT Kopdit Obor Mas.

“Kedepan kami rencanakan akan membentuk PT Kopdit Obor Mas, yang salah satu unit usahanya bergerak di usaha developer yang nantinya akan membangun perumahan anggota tersebut,” kata Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete dalam konferensi pers di Aula Kantor Pusat Obor Mas, Senin (6/8/2019).

Rencana pembentukan PT Kopdit Obor Mas merupakan respon pengurus terhadap kebijakan Spin Off yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Kebijakan Spin Off merupakan upaya pembagian atau pemisahan usaha demi memperkuat jaringan bisnis koperasi secara horisontal.

“Dulu koperasi simpan pinjam diharuskan untuk berusaha pada usaha tunggal simpan pinjam saja. Tapi sekarang, koperasi diminta untuk mulai bergerak pada sektor riil,” kata Mbete.

Mengingat kencangnya arus persaingan di dunia keuangan, diyakini langkah Spin Off dapat memperkokoh koperasi agar tidak terhempas dan tertinggal jauh dari badan usaha lainnya.

Menurut Mbete, PT Kopdit Obor Mas akan mewadahi sejumlah kegiatan bisnis sektor riil seperti developer, distributor dan unit-unit usaha lainnya.

“Rencana ini akan dibahas dan diputuskan dalam rapat pengurus dengan pengurus kelompok rapat anggota sebagai perwakilan anggota,” tegas Mbete.     

Sedianya, pembangun perumahan bagi anggota telah diputuskan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2006. Saat itu RAT menugaskan pengurus untuk menyiapkan perumahan untuk dikreditkan kepada anggota.

Setelah melalui perencanaan yang matang dan kajian yang mendalam, Obor Mas bekerjasama dengan PT Thanarama Tritunggal Jakarta untuk merealisasikan pembangunan perumahan ini pada tahun 2014 di Bolawolon, Desa Tana Dueng, Kecamatan Kangae.

“Pola kerja samanya adalah dengan pola developer. Obor Mas tidak mengeluarkan pinjaman kepada PT Thanarama Tritunggal Jakarta. PT ini membangun dengan uangnya sendiri. Bagi anggota yang membutuhkan dana untuk beli rumah bisa meminjam di Obor Mas, kemudian melunaskannya di developer,” kara Bendahara Pengurus Kopdit Obor Mas, Buyung de Kresano.

“Selanjutnya anggota mencicil di Obor Mas. Hingga saat ini belum ada satu anggota pun yang meminjam untuk melunaskan rumah yang dimaksud,” tambah de Kresano.

Hal ini disebabkan, pihak developer tak mampu membangun sesuai dengan perjanjian kerja sama.

Akibatnya, pihak Obor Mas melakukan amandemen dan addendum perjanjian dengan PT Thanarama Tritunggal Jakarta karena pembangunan tidak kelar, tidak sesuai rencana satu tahun.

“Pada 6 Juli 2017, Kopdit Obor Mas pun melakukan pemutusan kerja sama dengan PT Thanarama Tritunggal Jakarta dengan alasan wanprestasi,” tegas de Kresano.

Lebih lanjut, kata de Kresano, hal ini telah dipertanggungjawabkan oleh pengurus dalam Rapat Anggota Tahunan dan telah diketahui oleh anggota Obor Mas.

Berkaca pada pengalaman ini, Obor Mas siap untuk membangun sendiri perumahan bagi anggotanya.

Heri Siku, selaku anggota Obor Mas merespon positif langkah Obor Mas yakni memutus kerja samanya dengan PT Thanarama Tritunggal Jakarta dan membangun PT baru untuk mewujudkan pembangunan rumah bagi anggota.

Langkah ini, kata Siku, tentu saja akan menjawabi kebutuhan anggota akan rumah layak huni.

Menjawab wartawan terkait beberapa rumah yang telah dibangun PT Thanarama Tritunggal Jakarta, Mbete menegaskan, pihaknya akan menggusur sejumlah unit rumah yang sudah rusak itu dan membangun kembali perumahan baru di lahan seluas 59.850 m2 ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here