Kamis, 9 Juli 2020

Desa Hoder Dorong Warga Cintai Pangan Lokal

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com – Pemerintah Desa Hoder menggelar pelatihan pengolahan pangan lokal bagi 30 ibu rumah tangga pada 3-4 Agustus lalu di kantor Desa Hoder.

“Kegiatan pelatihan pengolahan pangan lokal ini diberikan oleh tim dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Waigete,” demikian kata Martina Bunga Liwun, Kepala Desa Hoder ketika menyambangi kantor redaksi Ekora NTT pada Jumat lalu.

Menurut Martina, kegiatan ini adalah upaya memanfaatkan sumber pangan yang ada di sekitar warga. Aneka pangan lokal yang diolah antara lain, pembuatan lauk dari ubi, keripik ubi, keripik pisang, kue basah dan kering dari ubi jalar dan  nasi goreng dengan campuran ubi.

“Kami punya produksi pangan lokal yang lumayan banyak sehingga kegiatan pelatihan yang dilaksanakan adalah upaya strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan yang sehat dan juga berimbang,” tutur Martina.

“Jadi warga tidak hanya makan nasi saja tetapi memanfaatkan ketersediaan pangan lokal lainnya. Warga kami dorong untuk mencintai pangan lokal,” tambah Martina.

Martina lebih jauh mengemukakan bahwa walaupun pangan lokal mempunyai potensi besar dalam mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi pangan bergizi berimbang namun pangan lokal masih menghadapi persaingan yang cukup berat terutama dengan masuknya produk makanan instant.

Menghadapi fenomena tersebut, pengembangan usaha pengolahan pangan lokal tidak hanya melalui sosialisasi peningkatan konsumsi pangan lokal saja tetapi perlu juga kedepannya pihak desa berencana untuk pengembangan pemanfaatan sumber-sumber pangan lokal melalui tepung-tepungan, berasan dan mie yang didukung program aksi yang nyata di lapangan untuk memberdayakan petani.

Dirinya berharap kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari desa membawa dampak positif bagi warga desa terutama para peserta yang ikut dalam pelatihan.

“Harapan saya adanya kebutuhan akan pangan yang terpenuhi dan semakin mandirinya ibu-ibu rumah tangga di desa yang tidak tergantung pada beras dan juga bisa untuk dijual untuk pemenuhan ekonomi kebutuhan rumah tangga. Harapan saya ya begitu, adanya perubahan dari waktu ke waktu,” jelas Martina.

Yohanes Wily Boi, kepala seksi pelayanan Desa Hoder mengemukakan kegiatan yang terjadi di desanya merupakan satu langkah positif untuk memanfaatkan potensi sumber daya ketersediaan pangan lokal yang ada. 

“Saya pikir ini langkah yang baik yang mungkin terus kami jalankan dari waktu ke waktu untuk menumbuhkan kesadaran kepada warga bahwa pangan lokal itu bisa diolah jadi makanan yang sehat dan tentu saja berguna bagi ketahanan pangan dalam rumah tangga,” kata Wily.

TERKINI

Pemkab Ende Diminta Segera Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa di Luar Daerah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Ende diminta segera menyalurkan bantuan dana untuk mahasiswa asal Kabupaten Ende di luar daerah yang hingga kini belum dicairkan. Permintaan...

Setwan DPRD NTT Sumbang Satu Ton Beras untuk Panti Asuhan di Kota Kupang

Kupang, Ekorantt.com - Sekretariat (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan satu ton beras untuk empat Panti Asuhan di...

Ketua PKS Ende: Kami Ingin Wakil Bupati Berasal dari Figur Internal DPRD

Ende, Ekorantt.com - Tujuh partai pengusung paket Marsel-Djafar dalam Pilkada Ende 2018 lalu- Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PKB, PKPI, dan PKS- sedang membangun komunikasi...

Ingin Jadi Kades di Kabupaten Kupang, Mantan Kadis PMD Ende Ajukan Pensiun Dini

Ende, Ekorantt.com – Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Johanis Nislaka (54) yang sekarang menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ende berencana maju dalam...

BACA JUGA

SWI Temukan 105 ‘Fintech Peer To Peer Lending’ Tanpa Izin

Kupang, Ekorantt.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) berhasil menemukan 105 fintech peer to peer lending ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan...

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Beradaptasi di Tengah Pandemi, 17.571 Bumdes Lakukan Registrasi Ulang

Jakarta, Ekorantt.com – Kemampuan beradaptasi masyarakat desa di tengah pandemi Covid-19 menjadi hal yang diperhatikan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah. Dalam Webinar yang digelar...

Demo di Matim, Bupati Harus Cabut Izin Lokasi Pabrik Semen

Borong, Ekorantt.com - Aliansi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di...

Kisah Perawat Charolin di Pulau Palue, Nikmatnya Mabuk Laut hingga Naik Turun Gunung

Maumere, Ekorantt.com - Mengabdi selama kurang lebih lima tahun di Pulau Palue punya kesan tersendiri bagi Maria Mahendra Charolin. Dara 28 tahun ini adalah...

Ketua PKS Ende: Kami Ingin Wakil Bupati Berasal dari Figur Internal DPRD

Ende, Ekorantt.com - Tujuh partai pengusung paket Marsel-Djafar dalam Pilkada Ende 2018 lalu- Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PKB, PKPI, dan PKS- sedang membangun komunikasi...

Setwan DPRD NTT Sumbang Satu Ton Beras untuk Panti Asuhan di Kota Kupang

Kupang, Ekorantt.com - Sekretariat (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan satu ton beras untuk empat Panti Asuhan di...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here