Kreasi pangan lokal yang dihasilkan oleh peserta pelatihan pengolahan pangan lokal di Desa Hoder

Maumere, Ekorantt.com – Pemerintah Desa Hoder menggelar pelatihan pengolahan pangan lokal bagi 30 ibu rumah tangga pada 3-4 Agustus lalu di kantor Desa Hoder.

“Kegiatan pelatihan pengolahan pangan lokal ini diberikan oleh tim dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Waigete,” demikian kata Martina Bunga Liwun, Kepala Desa Hoder ketika menyambangi kantor redaksi Ekora NTT pada Jumat lalu.

Menurut Martina, kegiatan ini adalah upaya memanfaatkan sumber pangan yang ada di sekitar warga. Aneka pangan lokal yang diolah antara lain, pembuatan lauk dari ubi, keripik ubi, keripik pisang, kue basah dan kering dari ubi jalar dan  nasi goreng dengan campuran ubi.

“Kami punya produksi pangan lokal yang lumayan banyak sehingga kegiatan pelatihan yang dilaksanakan adalah upaya strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan yang sehat dan juga berimbang,” tutur Martina.

“Jadi warga tidak hanya makan nasi saja tetapi memanfaatkan ketersediaan pangan lokal lainnya. Warga kami dorong untuk mencintai pangan lokal,” tambah Martina.

Martina lebih jauh mengemukakan bahwa walaupun pangan lokal mempunyai potensi besar dalam mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi pangan bergizi berimbang namun pangan lokal masih menghadapi persaingan yang cukup berat terutama dengan masuknya produk makanan instant.

Menghadapi fenomena tersebut, pengembangan usaha pengolahan pangan lokal tidak hanya melalui sosialisasi peningkatan konsumsi pangan lokal saja tetapi perlu juga kedepannya pihak desa berencana untuk pengembangan pemanfaatan sumber-sumber pangan lokal melalui tepung-tepungan, berasan dan mie yang didukung program aksi yang nyata di lapangan untuk memberdayakan petani.

Dirinya berharap kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari desa membawa dampak positif bagi warga desa terutama para peserta yang ikut dalam pelatihan.

“Harapan saya adanya kebutuhan akan pangan yang terpenuhi dan semakin mandirinya ibu-ibu rumah tangga di desa yang tidak tergantung pada beras dan juga bisa untuk dijual untuk pemenuhan ekonomi kebutuhan rumah tangga. Harapan saya ya begitu, adanya perubahan dari waktu ke waktu,” jelas Martina.

Yohanes Wily Boi, kepala seksi pelayanan Desa Hoder mengemukakan kegiatan yang terjadi di desanya merupakan satu langkah positif untuk memanfaatkan potensi sumber daya ketersediaan pangan lokal yang ada. 

“Saya pikir ini langkah yang baik yang mungkin terus kami jalankan dari waktu ke waktu untuk menumbuhkan kesadaran kepada warga bahwa pangan lokal itu bisa diolah jadi makanan yang sehat dan tentu saja berguna bagi ketahanan pangan dalam rumah tangga,” kata Wily.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here