Setahun Memimpin, Robby – Romanus Sudah Bikin Apa?

Pada Jumat, 20 September 2019, duet kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sikka Robby Idong – Romanus Wogha memasuki usia ke – 1.

Duet ini adalah pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sikka Ke – 11 dalam sejarah Pemerintahan Kabupaten Sikka.

Di HUT Ke – 1, sebuah pertanyaan yang wajar diajukan adalah Robby – Romanus sudah bikin apa di Kabupaten Sikka?

Untuk bisa jawab pertanyaan ini, publik butuh perbandingan antara omongan janji-janji politik keduanya selama masa kampanye dalam Pilkada Sikka 2018 lalu dan realisasinya dalam berbagai kebijakan publik selama 1 tahun di Kabupaten Sikka.

Perbandingan di atas sesungguhnya adalah penilaian etis dan karena itu hanya menuntut pertanggungjawaban etis dari keduanya.

iklan

Publik, misalnya, tak punya dasar yuridis apa pun untuk menuntut keduanya memenuhi semua janji kampanye.

Sebab, di Indonesia, rakyat tak punya dasar hukum untuk mempidana penyelenggara Negara yang ingkar janji.

Oleh karena itu, publik tak bisa bilang apa-apa lagi saat Bupati Robby katakan bahwa hanya sekitar 25 – 30 persen janji-janji kampanye direalisasikan dalam bentuk RPJMD Kabupaten Sikka 2018 – 2023.

Akan tetapi, publik berhak tahu, seberapa jomplang janji kampanye keduanya dengan kerja-kerja ekonomi politik selama satu tahun kepemimpinan keduanya?

Dalam masa kampanye kali lalu, mereka mengkampanyekan visi “Semakin Terpenuhinya Hak-Hak Dasar Masyarakat Sikka secara Adil, Merata, dan Memadai” dengan misi (1) meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), (2) memaksimalkan pembangunan infrastruktur dasar seperti air, jalan, dan listrik, (3), mengembangkan dan menata kawasan baru pertumbuhan dan pelayanan, (4) menjadikan Kabupaten Sikka sebagai pusat perdagangan, agro-industri, pariwisata, dan jasa, (5) meningkatkan kesempatan kerja dan lapangan berusaha berbasis ekonomi kerakyatan, dan (6) mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.

Prioritas mereka adalah (1) menurunkan angka kemiskinan dari 14,2% ke 7%, (2) menurunkan angka pengangguran dari 8,9% ke 6%, (3) menargetkan air bersih 40.000 sambungan rumah (SR) dan 2.000 kran, (4) membangun jalan beraspal dan kawasan baru sepanjang 500 Km, (5) meteran listrik bersubsidi sebanyak 29.000 SR, (6) perlindungan kesehatan terhadap 64 ribuan jiwa, (7) meningkatkan mutu pelayanan Posyandu sebagai POS PAUD HI, (8) subsidi biaya produksi tanaman pangan dalam bentuk mekanisasi dan pupuk, (9) menciptakan iklim investasi yang kondusif serta desa yang inovatif dan produktif, (10) terwujudnya birokrasi pemerintahan yang bersih, dan (11) terlindungi dan terpenuhinya kurang lebih 6.000 jiwa penyandang difabel dan penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Program-program unggulan mereka adalah pinjaman tanpa bunga untuk beasiswa alias dana adat pendidikan, Kartu Sikka Sehat (KSS), rumah sakit tanpa kelas, subsidi pemasangan meteran listrik, pemasangan 40 ribuan sambungan rumah untuk air, dan pembangunan dan perbaikan jalan ratusan Km.

Sementara itu, dalam RPJMD 2018 – 2023, adapun Program Pembangunan Daerah Kabupaten Sikka Tahun 2018-2023 adalah (1) peningkatan kualitas pendidikan, (2) peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, (3) peningkatan daya saing produk unggulan daerah, (4) penurunan angka kemiskinan dan pengangguran dan pemberdayaan masyarakat, (5) peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan, dan (6) peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah.

Keduanya membingkai seluruh program pembangunan selama 4 tahun tersisa dalam tema pembangunan SDM yang unggul, penurunan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan taraf kesehatan masyarakat, serta pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dengan infrastruktur yang memadai.

Berdasarkan hal-hal di atas, pertanyaan berikutnya yang wajib dijawab Robby – Romanus adalah ke mana Kabupaten Sikka mau dibawa?

Tentu saja jawaban atas pertanyaan itu sudah dirumuskan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Sikka Tahun 2005 – 2025.

Di sana dijelaskan bahwa visi RPJPD Kabupaten Sikka Tahun 2005 – 2025 adalah “Kabupaten Sikka sebagai Pusat Perdagangan dan Pengembangan Industri Pengolahan yang Berwawasan Lingkungan, Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Berkualitas, serta Pariwisata di Kawasan Flores pada Tahun 2025.”

Pertanyaan kita adalah apakah semua kebijakan strategis Bupati Robby didesain ke arah sana?

Dalam program unggulan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa miskin, mahasiswa berprestasi, dan mahasiswa kedokteran, misalnya, apakah sistem kebijakannya sudah didesain berdasarkan visi panjang membangun Sikka 20 tahun ke depan itu?

TERKINI
BACA JUGA