Kamis, 13 Agustus 2020

Simpang Siur Informasi Corona

Telat, tidak terkoordinasi, dan tidak terintegrasinya kebijakan publik mitigasi dan penanggulangan virus corona Pemerintah Indonesia telah melahirkan persoalan-persoalan teknis turunan di daerah. Salah satu persoalan teknis itu adalah kocar-kacirnya komunikasi bencana corona kepada publik. Kesan yang kemudian muncul di Publik adalah Pemerintah seolah tidak profesional menyampaikan informasi dan komunikasi bencana kepada masyarakat.

Pada kasus tertentu, kekeliruan istilah dalam komunikasi bencana dapat mengancam nyawa rakyat. Di Kabupaten Sikka, beberapa penumpang KM Lambelu nekat terjun bebas ke laut lepas karena informasi yang tidak jelas dari Pemda Sikka.

Ketidakprofesionalan pemerintah dalam melakukan komunikasi bencana diperparah dengan kehadiran media kejar tayang, klik, dan share. Di satu sisi, kecepatan informasi menjadi salah satu tuntutan bisnis media daring. Sementara itu, di sisi lain, keakuratan atau ketepatan informasi merupakan salah satu kunci penting pencegahan dan penanganan bencana. Di antara pilihan atau cepat atau tepat, media cenderung memilih kecepatan demi akumulasi kapital.

Buruknya komunikasi bencana pemerintah plus minusnya media penganut ketepatan telah membikin rakyat panik dan bingung. Kondisi ini sangat ironis. Di satu sisi, para bupati di NTT melalui berbagai media selalu mengimbau masyarakat untuk tidak boleh panik. Namun, dalam kebijakan publiknya, Pemerintah malah menciptakan kepanikan dalam diri warga melalui komunikasi bencana yang amburadul.

Dalam situasi pandemic, rakyat membutuhkan informasi yang akurat dari pemerintah. Pada tataran lokal, Pemerintah mesti siapkan seorang juru bicara yang sanggup melakukan komunikasi bencana dengan cara yang mudah dipahami kepada masyarakat. Saluran informasi corona mesti satu pintu agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah masyarakat. Perlu dibangun media center Covid – 19 dengan seorang jubir profesional yang sanggup menyampaikan informasi publik tentang corona secara sederhana dan berkala kepada masyarakat. Jubir yang profesional adalah Jubir yang berbicara tentang bencana berdasarkan Sains.

Sementara itu, pada tataran global, perlu dibangun semacam kerja sama, koordinasi, dan solidaritas global yang melampaui sekat Negara bangsa. Sebab, pandemik dan berbagai persoalan global lainnya tak dapat diselesaikan dengan nasionalisme sempit yang mempersetankan internasionalisme. Sebaliknya, persoalan-persoalan global hanya dapat diatasi dengan kerja sama, koordinasi, dan solidaritas semua umat manusia di muka bumi ini. Sebab, pada dasarnya, kita sedang berada di dalam perahu yang sama. “We are all in the same boat now,” kata Slavoj Zizek.

Dengan demikian, agar bisa selamat, kita perlu “tandakurungkan” egoisme nasionalisme sempit dan mulai membangun kerja sama, koordinasi, dan solidaritas global dengan tuntunan Sains.

TERKINI

Staf Khusus Kemendesa: PKTD di Ende Libatkan Pekerja di Desa

Ende, Ekorantt.com – Staf khusus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ahmad Imam meminta agar kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) desa-desa di...

Bikin Miris, Sejumlah Kambing di Ende ‘Berwisata Ria’ ke Taman Permenungan Bung Karno

Ende, Ekorantt.com – Sebuah pemandangan yang bikin miris terjadi di Taman Permenungan Bung Karno pada Rabu (12/8/2020). Nampak empat ekor kambing berkeliaran bebas di...

Demi ‘Anandao’ yang Cerdas dan Berkarakter (Refleksi Hari Jadi SMPK Frateran Ndao ke-72)

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk, M. Pd* “Ibu adalah sekolah. Ibu adalah lembaga pendidikan pertama. Ibulah yang membekali anak sikap, watak, kepribadian, akhlak, iman,...

Seorang Anggota DPRD di Ngada Diduga Terkonfimasi Positif Covid-19

Bajawa, Ekorantt.com - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada bernisial PN diduga terkonfirmasi positif Covid-19. Anggota dewan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19...

BACA JUGA

Penyelenggaraan Festival Kelimutu Libatkan Pelaku UMKM di Ende

Ende, Ekorantt.com - Festival Kelimutu berlangsung sejak 10 Agustus hingga 14 Agustus 2020. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pergelaran Festival Kelimutu tahun 2020 dikemas dengan...

Resmikan Gedung CUBS Nita, Wabup Romanus Tekankan Pentingnya 6 Nilai Inti Credit Union

Maumere, Ekorantt.com – Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga bersama Uskup Maumere, Mgr. Martinus Edwaldus Sedu meresmikan gedung Credit Union Bahtera Sejahtera (CUBS) Tempat Pelayanan...

Pemprov NTT Akan Lakukan Kajian untuk Mengaktifkan KBM di Sekolah

Kupang, Ekorantt.com – Pasca-pemberlakuan masa adaptasi kebiasaan baru pada 15 Juli 2020 di Provinsi NTT, aktivitas kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan sekolah menengah...

Seorang Anggota DPRD di Ngada Diduga Terkonfimasi Positif Covid-19

Bajawa, Ekorantt.com - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada bernisial PN diduga terkonfirmasi positif Covid-19. Anggota dewan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19...

Heboh Anak Babi Berkepala Dua di Wailiti

Maumere, Ekorantt.com - Warga RT 027/ RW 002 Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka dihebohkan dengan bentuk fisik anak babi yang baru dilahirkan...

Satgas Covid-19 Lacak Kontak Erat Dua Pasien Covid-19 di Manggarai

Ruteng, Ekorantt.com - Tim Gugus Tugas Covid-19 sedang melacak (tracing) riwayat kontak erat dua pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai. “Melacak riwayat...

Tambah Satu, Total Pasien COVID-19 di Nagekeo Jadi Tiga

Nagekeo, Ekorantt.com - Jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Nagekeo bertambah jadi tiga orang, setelah hasil 2 sampel swab - yang sebelumnya masih...

Jejak NTA di Nian Sikka: Dari Pendidikan Sampai Air Bersih Pertanian

Maumere, Ekorantt.com - Meski Pendemi Covid - 19 mengancam nyawa, semangat dan komitmen kuat lembaga intenasional yang menjalani misi kemanusiaan di bumi nian Sikka...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here