Kondisi ruas jalan Bola-Hale tepatnya di ruas jalan Karagogo, tampak seorang warga Kecamatan Doreng sedang melihat lubang besar yang sangat dalam persis di bibir pantai Karagogo

Maumere,Ekorantt.com – Kondisi ruas jalan Bola-Hale tepatnya di ruas jalan Karagogo, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, nyaris putus akibat gelombang pasang yang terjadi beberapa minggu belakangan. 

“Saya prihatin dengan kondisi jalan Kabupaten tersebut. Harusnya pemerintah segera merespon kondisi yang seperti ini sebelum menelan korban jiwa. Jika tidak, jalan ini akan terputus, ” kata Martin, warga Kecamatan Doreng kepada Ekora NTT, 5 November 2019 lalu.

Menurut Martin, terputusnya jalan tersebut dapat memutus akses jalan penghubung di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bola, Kecamatan Doreng dan Kecamatan Mapitara.

“Jalan ini berada tepat di bibir pantai. Jika tidak segera diperbaiki akan terkikis oleh air laut dan jalan ini bisa terputus. Kalau jalan ini sudah putus, akses transportasi Bola-Hale sudah pasti terhambat,” ujar Martin.

Sipri, warga Desa Bola, mengatakan, jika kondisi ruas jalan Karagogo ini dibiarkan akan bertambah parah.

Jika lewat pada malam hari harus ekstra hati-hati karena lubangnya sangat dalam dan arus gelombang laut di Karagogo cukup deras.

“Tadi malam, saat pergi ke Habibola, saya dan keluarga hampir masuk lubang ketika lewat di ruas jalan ini. Sopir mobil pick up yang kami tumpangi tidak lihat tanda kalau di ruas jalan ini ada lubang besar. Beruntung sopir bisa kendalikan mobilnya sehingga tidak terjun bebas di lubang itu, ” kata Sipri kepada Ekora NTT, 5 November 2019 lalu.

Pantauan Ekora NTT, selain Karagogo, kerusakan jalan terparah terdapat di ruas jalan Waigete-Bola.

Padahal, ruas jalan tersebut digunakan warga sekitar untuk mandi, cuci pakaian, dan ambil air untuk kebutuhan sehari-hari di Kali Waigete.

Menurut Kepala Desa Ipir, Herkulanus Nikomendes, Dinas PU Sikka pernah menyampaikan kepada kami bahwa tahun 2017 akan ada peningkatan jalan Bola-Baluk-Waigete tetapi sampai saat ini belum dikerjakan.

Bruno, tukang ojek warga Desa Bola kepada Ekora NTT juga mengaku prihatin dengan kondisi ruas jalan Waigete-Bola. Hal, kata Bruno, menyebabkan mobilitas warga dari Kecamatan Mapitara dan Kecamatan Doreng terhambat.

“Apalagi kalau hujan, tentu mereka tidak bisa lewat karena jalan licin, becek, banyak genangan air, banyak kerikil. Harus ekstra hati-hati. Sering ada pengendara motor yang jatuh,” kata Bruno.

Kepala Desa Ipir, Martin, Sipri dan Bruno berharap agar pemerintah dapat segera mengambil tindakan sebelum menelan korban jiwa pengendara mobil maupun pengendara motor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here