Ferdinandus Yoseph Wolo

Ende, Ekorantt.com – Ferdinandus Yoseph Wolo, 24 tahun, bekerja sebagai pemandi jenazah di Rumah Sakit Umum Ende. Mungkin bagi orang kebanyakan, jadi pemandi jenazah begitu menakutkan dan menantang, tapi Ferdin, demikain sapaan sehari-harinya, sangat enjoy dengan pekerjaan seperti ini.

Buah hati dari Bapak Simon Susar dan Mama Yudit Wai ini sudah enam tahun melakoni pekerjaan sebagai pemandi jenazah. Tiga tahun ia mengabdi di RSUD Ende. Sebelumnya, pekerjaan yang sama Ia geluti di Rumah Sakit Kewapante Kabupaten Sikka sejak tahun 2014.

Keberanian Ferdin mengambil resiko pekerjaan yang jarang diminati ini ternyata berlawanan dengan situasi pada masa kecilnya. Saat masih kecil, Ferdin sangat takut jika melihat mobil ambulance.

“Dulu takut sekali kalau dengar bilang ada orang mati atau bunyi sirene ambulance. Saya pasti lari,” tutur Ferdin saat bercerita dengan Ekora NTT di Rumah Sakit Umum Ende, Kamis (6/11/2019).

Tak terhitung berapa jumlah jenazah yang telah ia mandikan. Suami dari Maria Rentiana Hawa ini tidak tahu pasti. Tapi yang terpenting adalah Ia jalani pekerjaannya dengan senang hati dan bertanggungjawab.

Menurut Ferdin, banyak suka duka menghiasi pekerjaan unik ini. Butuh nyali lebih untuk menggelutinya. Dan bagi Ferdin, pekerjaan ini telah dicintainya.

“Saya niat kerja ini sampai tua. Sampai selama-lamanya,” katanya dengan senyum.

Ferdin bercerita, keputusan bekerja sebagai pemandi jenazah sempat ditolak oleh keluarga. Entah apa yang dipikirkan oleh keluargannya, ia tidak peduli. Baginya, semua pekerjaan sama. Komitmen diri yang kuat membuatnya tetap tegar hingga saat ini.

“Sering keluarga merasa risih. Ada yang anggap ini pekerjaan berisiko, hina, yah itu kan pandangan mereka. Saya tetap jalani dengan senang hati. Istri saya tidak ada masalahnya,” ujar Ferdin.

Berprofesi sebagai pemandi jenazah, kata Ferdin, punya pengalaman mistik juga yang susah dimengerti oleh akal sehat manusia. Awalnya ia tidak percaya, tapi karena kejadian mistik itu sering ia alami, ya, mau tidak mau ia percaya.

Misalnya; saat ada yang meninggal di RSU Ende dan dirinya masih berada di rumah, pasti ada tanda-tanda yang dirasakan.

“Kalau ada yang meninggal, itu di rumah ada yang ketuk pintu, ada yang panggil nama, bunyi aipon rumah sakit. Berarti tanda ada yang meninggal di Rumah sakit,” ujar Ferdin.

“Tidak jarang roh-roh orang meninggal yang saya mandikan datang saat saya tidur”.

Ferdin menuturkan, dirinya seringkali miskomunikasi saat berhadapan dengan keluarga pasien di ruangan jenazah rumah sakit. Banyak orang yang belum paham tentang aturan dan tata laksana penanganan jenazah.

“Mungkin lagi berduka, sedih, banyak keluarga yang kalut. Kita maklumi. Hanya saja penanganan jenazah selalu berhubungan dengan kesehatan dan kenyamanan. Jadi harus dikomunikasikan secara baik,” begitu harapannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here