Selasa, 2 Juni 2020

Keluarga Merasa Risih, Ferdin tetap Bahagia Jadi Pemandi Jenazah di RSUD Ende

- Advertisement -

Ende, Ekorantt.com – Ferdinandus Yoseph Wolo, 24 tahun, bekerja sebagai pemandi jenazah di Rumah Sakit Umum Ende. Mungkin bagi orang kebanyakan, jadi pemandi jenazah begitu menakutkan dan menantang, tapi Ferdin, demikain sapaan sehari-harinya, sangat enjoy dengan pekerjaan seperti ini.

Buah hati dari Bapak Simon Susar dan Mama Yudit Wai ini sudah enam tahun melakoni pekerjaan sebagai pemandi jenazah. Tiga tahun ia mengabdi di RSUD Ende. Sebelumnya, pekerjaan yang sama Ia geluti di Rumah Sakit Kewapante Kabupaten Sikka sejak tahun 2014.

Keberanian Ferdin mengambil resiko pekerjaan yang jarang diminati ini ternyata berlawanan dengan situasi pada masa kecilnya. Saat masih kecil, Ferdin sangat takut jika melihat mobil ambulance.

“Dulu takut sekali kalau dengar bilang ada orang mati atau bunyi sirene ambulance. Saya pasti lari,” tutur Ferdin saat bercerita dengan Ekora NTT di Rumah Sakit Umum Ende, Kamis (6/11/2019).

Tak terhitung berapa jumlah jenazah yang telah ia mandikan. Suami dari Maria Rentiana Hawa ini tidak tahu pasti. Tapi yang terpenting adalah Ia jalani pekerjaannya dengan senang hati dan bertanggungjawab.

Menurut Ferdin, banyak suka duka menghiasi pekerjaan unik ini. Butuh nyali lebih untuk menggelutinya. Dan bagi Ferdin, pekerjaan ini telah dicintainya.

“Saya niat kerja ini sampai tua. Sampai selama-lamanya,” katanya dengan senyum.

Ferdin bercerita, keputusan bekerja sebagai pemandi jenazah sempat ditolak oleh keluarga. Entah apa yang dipikirkan oleh keluargannya, ia tidak peduli. Baginya, semua pekerjaan sama. Komitmen diri yang kuat membuatnya tetap tegar hingga saat ini.

“Sering keluarga merasa risih. Ada yang anggap ini pekerjaan berisiko, hina, yah itu kan pandangan mereka. Saya tetap jalani dengan senang hati. Istri saya tidak ada masalahnya,” ujar Ferdin.

Berprofesi sebagai pemandi jenazah, kata Ferdin, punya pengalaman mistik juga yang susah dimengerti oleh akal sehat manusia. Awalnya ia tidak percaya, tapi karena kejadian mistik itu sering ia alami, ya, mau tidak mau ia percaya.

Misalnya; saat ada yang meninggal di RSU Ende dan dirinya masih berada di rumah, pasti ada tanda-tanda yang dirasakan.

“Kalau ada yang meninggal, itu di rumah ada yang ketuk pintu, ada yang panggil nama, bunyi aipon rumah sakit. Berarti tanda ada yang meninggal di Rumah sakit,” ujar Ferdin.

“Tidak jarang roh-roh orang meninggal yang saya mandikan datang saat saya tidur”.

Ferdin menuturkan, dirinya seringkali miskomunikasi saat berhadapan dengan keluarga pasien di ruangan jenazah rumah sakit. Banyak orang yang belum paham tentang aturan dan tata laksana penanganan jenazah.

“Mungkin lagi berduka, sedih, banyak keluarga yang kalut. Kita maklumi. Hanya saja penanganan jenazah selalu berhubungan dengan kesehatan dan kenyamanan. Jadi harus dikomunikasikan secara baik,” begitu harapannya.

TERKINI

Curi Motor Lalu Jual Lewat Facebook, Maling di Ruteng Diamankan Polisi

Ruteng, Ekorantt.com - Maling di Ruteng, Kabupaten Manggarai berhasil diamankan polisi setelah mengekspos foto sepeda motor hasil curian di grup facebook Jual Beli Barang Bekas Kota...

Ga’i Touk Temang, Mai Logu Liang e’i Wair Berung-Sikka

Maumere, Ekorantt.com - Raik norang ata bi'ang bing gai tota kobon touk temang, pati robak ene tama, mole ga'i busung beleng puli plea ata...

Dinkes Manggarai Kunjung ODGJ di Wilayah Puskesmas Dintor

Ruteng, Ekorantt.com - Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai mengunjungi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di beberapa desa di wilayah Puskesmas Dintor, Kecamatan Satarmese Barat,...

9 Kasus Positif Covid-19 di Ende, 7 dari Kecamatan Nangapanda

Ende, Ekorantt.com – Tercatat ada penambahan 3 kasus baru Covid-19 di Kabupaten Ende per Minggu 31 Mei 2020. Tambahan 3 kasus ini berasal dari...

BACA JUGA

Peduli Almamater, Alumni SPEKWA Bola 1992 Sumbang Masker

Maumere, Ekorantt.com - Ikatan alumni SPEKWA (SMP Katolik Watukrus) angkatan 1992 menyumbang 500 lembar masker untuk mencegah  penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah yang merupakan...

Dinkes Manggarai Kunjung ODGJ di Wilayah Puskesmas Dintor

Ruteng, Ekorantt.com - Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai mengunjungi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di beberapa desa di wilayah Puskesmas Dintor, Kecamatan Satarmese Barat,...

“Tidak Ada Lagi Kabupaten yang Berusaha Menutup Perbatasannya”

Ekorantt.com - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa batasan antar-kabupaten segera dibuka. Para bupati/walikota diminta untuk membongkar kembali portal di perbatasan wilayah masing-masing. Demikian...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

Di Tengah Covid-19, Kadis Peridag Flotim Minta Warga Manfaatkan Pasar Oka

Larantuka, Ekorantt.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Peridag) Kabupaten Flores Timur, Siprianus Sina Ritan meminta warga Larantuka, terutama warga yang menetap di bagian...

Panen Raya di Desa Woloau, Stok Beras di Ende Aman Kala Pandemi

Ende, Ekorantt.com - Kelompok Tani Mekar Baru di Desa Woloau, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, NTT boleh berbangga. Di tengah badai Covid-19, petani yang tergabung...

Ga’i Touk Temang, Mai Logu Liang e’i Wair Berung-Sikka

Maumere, Ekorantt.com - Raik norang ata bi'ang bing gai tota kobon touk temang, pati robak ene tama, mole ga'i busung beleng puli plea ata...

Bermula dari Hobi, Yos Lamury Panen Rezeki dari Bisnis Tanaman Hias

Maumere, Ekorantt.com - Bermula dari hobi, Yos Lamury (45) kini jadi salah satu kolektor penyedia tanaman hias di Kota Maumere. Bisnis kecil-kecilan ini bermula...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here