Kamis, 13 Agustus 2020

Krisis Petani Muda, WTM ‘Go to School’

Maumere, Ekorantt.com – Kecenderungan generasi milenial yang enggan menjadi petani sudah mengkhawatirkan. Padahal profesi petani sangat menjanjikan untuk masa depan.

Menyikapi hal itu sejak tahun 2018, Yayasan Wahana Tani Mandiri (WTM) dengan program pamungkas WTM ‘Go to School’, staf WTM terjun ke sekolah-sekolah di tiga kecamatan di Kabupaten Sikka binaanya yakni Mego, Tanawawo, dan Magepanda.

WTM hadir untuk menyadarkan peserta didik sejak dini bahwa petani adalah profesi yang mulia.

Demikian dikatakan Martinus Maju Pengelola Pusat Sekolah Lapangan Jiro Jaro binaan Yayasan WTM kepada Ekora NTT di Dusun Tana Li, Desa Bhera, Kecamatan Mego Kabupaten Sikka, 7 Desember 2019 lalu.

Martinus menjelaskan, kehadiran staf WTM di sekolah-sekolah lebih banyak menggambarkan hal-hal yang dihadapi para petani. Misalnya isu lingkungan, perkembangan iklim 15 tahun silam dibandingkan dengan sekarang, perkembangan musim yang tidak menentu, sumber air yang mulai mengering akibat ulah manusia yang menebang pohon di seputar sumber air.

Selain itu, kata Martinus, para peserta didik dibimbing untuk menanam pohon sebagai usaha cinta lingkungan di sekolah.

“Pihak WTM beri support dengan menyediakan bibit tanaman di lingkungan sekolah. Pada musim hujan diadakan penghijauan di daerah sumber mata air dengan tanaman yang sudah disiapkan di sekolah,” ujar Martinus yang pernah mengikuti Kursus Pertanian Taman Tani di Salatiga tahun 1991 ini.

Di samping Pusat Sekolah Lapangan, tahun 2006 WTM membangun Bengkel Usaha Tani (BUT) sebagai tempat untuk para kader tani bekerjasama dengan Plan International. Manajemen kelompok dan pembagian pupuk terjadi ditempat ini.

Menurut Martinus, hal yang tidak kalah pentingnya adalah pihak WTM terjun ke desa-desa dan terus mengadvokasi agar dana desa dapat dinikmati oleh kelompok petani di desa.

WTM, demikian Martinus, pada awal kehadirannya di Nian Sikka 1996 lalu, terus mendorong dan menyadarkan petani untuk mandiri dan tidak bergantung pada pihak lain.

Semisal pupuk, tidak perlu menunggu dari toko, para petani bisa mengolah pupuk sendiri dengan bimbingan para kader.

“Para petani disadarkan untuk menanam dari benih-benih lokal. Sehingga ketahanan pangan tersedia. Dengan demikian petani merasa berdaulat dan mendorong petani untuk menjadi petani peneliti dengan membuat penelitian sendiri dan bisa menghasilkan varietas yang unggul,” tandas Martinus.

Yuven Fernandez

TERKINI

Seorang Anggota DPRD di Ngada Diduga Terkonfimasi Positif Covid-19

Bajawa, Ekorantt.com - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada bernisial PN diduga terkonfirmasi positif Covid-19. Anggota dewan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19...

Pendidikan Karakter dan Kesadaran Hukum Jadi Materi Pembelajaran di SMPN 1 Maumere

Maumere, Ekorantt.com - Lembaga Pendidikan SMPN 1 Maumere memasukkan pendidikan karakter, pola hidup bersih dan sehat, dan kesadaran hokum sebagai materi pembelajaran sekolah. Demikian...

Investasi Pendidikan dan Keberlanjutan Mata Rantai Pembangunan

Bajawa, Ekorantt.com - Ada konsensus umum bahwa investasi nasional dalam pendidikan mengarah pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup suatu bangsa. Negara-negara yang membelanjakan persentase...

Heboh Anak Babi Berkepala Dua di Wailiti

Maumere, Ekorantt.com - Warga RT 027/ RW 002 Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka dihebohkan dengan bentuk fisik anak babi yang baru dilahirkan...

BACA JUGA

Bahtera Sejahtera Akan Resmikan Kantor Baru

Maumere, Ekorantt.com – Setelah mengantongi surat ijin dari Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Sikka Propinsi Nusa Tenggara Timur, Koperasi Credit...

Rumah Pemulihan Stunting, Langkah Pemkab Sikka Tekan Angka Stunting

Maumere, Ekorantt.com - Demi menekan angka stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menelurkan program rumah pemulihan stunting. Rumah pemulihan bernama ‘Lepo Gahar Naha Bisa’ ini...

Jejak NTA di Nian Sikka: Dari Pendidikan Sampai Air Bersih Pertanian

Maumere, Ekorantt.com - Meski Pendemi Covid - 19 mengancam nyawa, semangat dan komitmen kuat lembaga intenasional yang menjalani misi kemanusiaan di bumi nian Sikka...

Protes Tambang Galian C, Tiga Warga Lengkosambi, Ngada Dipanggil Polisi

Bajawa, Ekorantt.com - Tiga warga Desa Lengkosambi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, dipanggil oleh pihak kepolisian karena memerotes keberadaan tambang galian C di wilayah mereka....

Penyelenggaraan Festival Kelimutu Libatkan Pelaku UMKM di Ende

Ende, Ekorantt.com - Festival Kelimutu berlangsung sejak 10 Agustus hingga 14 Agustus 2020. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pergelaran Festival Kelimutu tahun 2020 dikemas dengan...

Satgas Covid-19 Lacak Kontak Erat Dua Pasien Covid-19 di Manggarai

Ruteng, Ekorantt.com - Tim Gugus Tugas Covid-19 sedang melacak (tracing) riwayat kontak erat dua pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai. “Melacak riwayat...

Investasi Pendidikan dan Keberlanjutan Mata Rantai Pembangunan

Bajawa, Ekorantt.com - Ada konsensus umum bahwa investasi nasional dalam pendidikan mengarah pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup suatu bangsa. Negara-negara yang membelanjakan persentase...

Seorang Anggota DPRD di Ngada Diduga Terkonfimasi Positif Covid-19

Bajawa, Ekorantt.com - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada bernisial PN diduga terkonfirmasi positif Covid-19. Anggota dewan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here