Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Dinas PU Kabupaten Ende Maria Yasinta Sare saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 8 Januari 2020 (Foto: Ansel Kaise)

Ende, Ekorantt.com – Satu pekan terakhir, laman media sosial publik Kabupaten Ende ramai dengan perdebatan seputar proyek pembangunan Patung Marilonga. Hiruk pikuk perdebatan mengerucut pada protes terhadap bentuk atau model patung yang baru.

Berbagai komentar dan kritik pedas dialamatkan kepada kontraktor pelaksana dan Dinas PUPR. Publik menilai Patung Marilonga yang baru terpasang di Wolowona, Kecamatan Ende Timur itu tidak memiliki nilai seni dan melenceng jauh dari cerita kepahlawanan Marilonga.

Salah satu warga Kabupaten Ende, Honing Sanny menilai bahwa pembangunan kembali Patung Marilonga oleh Pemkab Ende harus diapresiasi karena kental dengan sejarah perlawanan terhadap penjajah Belanda.

Apalagi, kata Sanny, Patung Marilonga sudah lama ada dan menjadi salah ikon Kota Ende.

“Marilonga jelas kesejarahannya dan kuburnya pun ada. Foto-foto dokumentasi Belanda juga ada, maka patung sebagai simbol perlawanan dan simbol kekuatan harus menunjukkan simbol gagah berani,” jelas mantan anggota DPR RI ini.

Namun, Sanny menyayangkan Patung Marilonga yang baru dibangun jauh dari gambaran kepahlawan Marilonga yang gagah dan heroik. Siapapun yang berkesempatan melihatnya (sekarang sudah dibongkar, red) pasti akan memberikan komentar yang sama.

“Jelek tidak proporsol, tidak kekar dan menarik,” ujar Sanny.

Karena itu, Sanny mengusulkan pembatalan proyek dan meminta Pemkab Ende untuk melakukan sayembara pembuatan Patung Marilonga.

Yang juga penting, kata Sanny, sebelum dibangun, visualisasi patung harus diumumkan ke publik agar tidak menimbulkan polemik.

Bangun Ulang

Menanggapi protes publik, Dinas PUPR Kabupaten Ende dan kontraktor pelaksana bersedia mengerjakan ulang Patung Marilonga.

Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Ende Maria Yasinta Sare menjelaskan, dari pagu dana yang tertera dalam kontrak, pihaknya baru mencairkan uang muka  30 persen.

“Kita sudah panggil kontraktor dan disepakati untuk diganti patungnya. Kita terima kritikan warga dan secara teknis memang kita tolak hasil pekerjaan kemarin. Saat ini patungnya sudah duturunkan. Uang juga 70 persen belum di bayar,” ujar Yasinta.

Menurutnya, sebelum patung dikerjakan, pihaknya dan kontraktor telah bertemu dengan pihak keluarga dari pahlawan Marolonga dan Baranuri.

Dari hasil pertemuan itu, disepakati untuk dibangun patung yang mencerminkan kepahlawanan Marilonga dan Baranuri

“Ada notulensi dan berita acara pertemuan bersama keluarga. Terkait hasil kemarin, memang kita tolak dan kontraktor bersedia untuk membuat ulang Patung Marilonga. Kita beri waktu 50 hari ke depan dan akan diawasi oleh tim teknis,” ujar Yasinta.

Untuk diketahui, Proyek Pembangunan Patung Pahlawan Marilonga dan Baranuri menelan anggaran 227 juta rupiah bersumber dari APBD II Kabupaten Ende tahun 2019. Pembangunan dua patung ini dikerjakan oleh CV Elischa Jaya.

Setelah mendapatkan kritik dan atas permintaan Dinas PUPR, pihak kontraktor telah membongkar kembali Patung Marilonga yang baru pada Senin (6/1/2020) malam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here