Bupati Sikka melakukan sidak di salah satu fasilitas kesehatan di Kabupaten Sikka beberapa waktu lalu. YOPI/EKORANTT

Maumere, Ekorantt.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul meningkatnya jumlah kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut.

“Kita sudah tetapkan status KLB DBD. Sesuai dengan mekanisme Permenkes Nomor 1501, kita sudah memenuhi syarat zona KLB,” kata Bupati Sikka Fransiskus Robertus Diogo kepada awak media di rumah pribadi di Jalan Lingkar Luar, Maumere, Flores, NTT, Rabu (22/1).

Robi mengatakan, berdasarkan informasi terbaru, jumlah warga yang terserang virus DBD di Sikka mencapai 184 kasus. Dari jumlah tersebut, dua orang meninggal dunia.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Robi memerintahkan seluruh jajaran pemerintah lingkup Pemda Sikka mulai dari kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa, RT/RW, dan semua stakeholder untuk meminimalisasi kasus DBD. Pemerintah telah menggelar rapat internal di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka.

“Terkait hal ini, perlu kerja sama untuk menjaga kesehatan lingkungan dengan melaksanakan program 4 M plus, yakni menutup penampungan air, menguras, mengukur, dan memantau jentik nyamuk. Plus penggunaan obat nyamuk, lotion anti nyamuk dan kelambu,” kata Robi.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sikka Petrus Herlemus mengatakan, Bupati Sikka telah menetapkan status KLB penyakit DBD. Berdasarkan Permenkes Nomor 1501, Kabupaten Sikka sudah memenuhi syarat zona KLB.

Menurut Petrus, kasus DBD per 21 Januari 2020 berjumlah 184 kasus yang menyebar di 17 kecamatan. Jumlah itu meningkat dari jumlah kasus DBD pada Januari 2019 sebanyak 65 kasus.

Petrus mengungkapkan, kondisi tersebut di atas perlu diantisipasi. Sebab, Rumah Sakit TC Hillers Maumere tidak mampu menampung rujukan pasien DBD dalam jumlah yang banyak.

Menurut Petrus, pihaknya akan berkoordinasi dengan dua  rumah sakit swasta di Kabupaten Sikka untuk menahan laju rujukan ke Rumah Sakit TC Hillers. Untuk pelayanan di 25 Puskesmas, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala puskesmas untuk siaga 1 X 24 jam untuk menekan laju kasus kematian akibat DBD.

Petrus menginformasikan, kasus DBD tertinggi di Kecamatan Magepanda, menyusul Kecamatan Alok Timur dan Kecamatan Alok Barat. Sementara itu, kecamatan yang dinyatakan bebas DBD adalah Kecamatan Waiblama, Kecamatan Palue, Kecamatan Mapitara, dan Kecamatan Nelle.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here