Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus

Maumere, Ekorantt.com – Perkembangan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka sampai Minggu (26/1/2020) tercatat 224 kasus.  

Angka ini mengalami peningkatan yang sangat luar biasa dari 194 kasus kini menjadi 224  kasus. Tercatat 19 kecamatan di wilayah kabupaten Sikka  telah terpapar DBD.

Kondisi ini memaksa petugas jajaran dinas kesehatan Kabupaten Sikka mulai dari RSUD TC Hillers Maumere, Puskesmas, Puskemas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Desa dan Posyandu  bekerja nonstop selama 24 jam.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus kepada Ekora NTT mengemukakan, kasus DBD di Kabupaten Sikka telah ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Status ini, menurut Herlemus, menjadi tanggun jawab bersama mulai dari kepala desa, para camat dan segenap warga untuk bersama memerangi DBD.

“Semua warga musti terlibat aktif. Kalau tunggu petugas kesehatan saja tidak bisa. Jangan jadikan kami sebagai pemadam kebakaran,” ujar Herlemus.

Menurut Herlemus, saat ini  petugas kesehatan  pada semua jenjang sedang menjalankan status siaga penuh. Hal itu dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban.

Bahkan untuk memberikan spirit atau dukungan moral bagi anak buahnya, ia mengorbankan waktu tidurnya dengan melakukan kunjungan ke sejumlah Puskesmas setiap malam  antara pukul 22.00 sampai dengan  24.00 WITA.

Diuraikan, dari data 224 kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Sikka, ada 193 dirawat di RSUD TC Hillers Maumere, 22 orang di RSU Kewapante, dan 9 orang di RS Lela.

Untuk itu, Herlemus berharap keterlibatan semua pemangku kepentingan mulai dari Camat, Kepala Desa  serta segenap masyarakat Kabupaten Sikka untuk terlibat aktif dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk malaria .

“Kami berharap para camat, para kepala desa  serta segenap masyarakat kabupaten Sikka supaya ikut terlibat dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk malaria,” ajak Herlemus.

Menurut Herlemus, pemberantasan sarang nyamuk merupakan tindakan yang paling efektif. Karena langsung memutuskan rantai pembiakan nyamuk dari bertelur dan jentik nyamuk.

Disamping itu, penanganan pola 4 M harus dilakukan. Menjaga kebersihan lingkungan rumah, menutup semua wadah penampung air, mengubur semua kaleng bekas atau wadah yang menampung air yang dapat menjadi media pembiakan jentik nyamuk. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here