Kamis, 9 Juli 2020

Don Martinus DVG: Semana Santa di Larantuka Tetap Berjalan

- Advertisement -

Larantuka, Ekorantt.com – Wabah corona yang telah masuk ke Indonesia diyakini ikut membawa dampak pada kunjungan para peziarah Semana Santa di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur pada April mendatang.

Menurut Don Martinus DVG, ahli waris Kerajaan Larantuka, adanya virus ini memang mencemaskan banyak orang tetapi dirinya secara pribadi menegaskan bahwa umat Katolik di Kota Larantuka tetap menjalankan prosesi Semana Santa.

“Kami tidak terlalu jauh mencampuri urusan pada Covid-19 ini. Kami hanya konsentrasi pada devosi Semana Santa di Nagi Tana ini setiap tahun. Mengenai penyebaran virus corona memang dimana-mana kita membaca di media, Covid-19 ini sangat  menakutkan,” jelas Don Martinus DVG, saat dikonfirmasi Ekora NTT di kediamannya di Kelurahan Sarotari, Larantuka, Senin (16/03/2019).

Don Tinus tidak meyangkal tentang merebaknya virus corona di Indonesia beberapa hari terakhir. Tapi bukan berarti Semana Santa batal dilaksanakan.

“Berkaitan dengan Semana Santa, kami suku pemilik Semana Santa dan pihak Gereja mau supaya Devosi Semana Santa ini tetap dilakukan. Tanpa umat peziarah dari luar daerah pun tetap, kami lakukan sebab dari dulu tradisi ini tetap kami laksanakan,” jelas Don Tinus. 

“Saya dengar ada beberapa isu yang berkembang bahwa pemerintah melarang peziarah yang masuk ke daerah sini maupun keluar Larantuka. Dan melarang mencium kaki Tuan Deo  (kaki salib). Umat Katolik Larantuka berkeyakinan bahwa dengan mencium kaki salib Yesus dapat menyembuhkan seseorang dari segala penyakit dan doa-doa yang dikirimkan dalam devosi selalu dapat dikabulkan. Jadi untuk kami di sini tetap dibuat,” tambahnya.

Ditegaskan Don Tinus, dirinya dan suku-suku pemilik dan pelaksana Semana Santa  mendukung langkah-langkah dan upaya pemerintah untuk mencegah masuknya wabah virus Corona di wilayah Larantuka dengan tidak menambah atau mengurangi tradisi Semana Santa.   

“Bagi kami, apapun langkah pemerintah tetap kita dukung. Itu urusan Pemerintah. Jika ada kebijakan pemerintah untuk melarang para peziarah dari luar untuk datang kami sebagai pelaku devosi Semana Santa tidak mencampuri urusan apapun. Itu kewenangan pemerintah,” jelasnya.

“Saya dan pihak-pihak suku Semana Santa tetap melaksanakan prosesi karena ini warisan dari leluhur yang tidak boleh kita tambah ataupun kita kurangi”.

Ia pun menjelaskan bahwa saat ini  beberapa suku yang mengurusi prosesi Semana Santa di kota Larantuka sudah mulai mengangkat doa meminta supaya Tuhan melindungi umat dari wabah corona.

TERKINI

Pemkab Ende Diminta Segera Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa di Luar Daerah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Ende diminta segera menyalurkan bantuan dana untuk mahasiswa asal Kabupaten Ende di luar daerah yang hingga kini belum dicairkan. Permintaan...

Setwan DPRD NTT Sumbang Satu Ton Beras untuk Panti Asuhan di Kota Kupang

Kupang, Ekorantt.com - Sekretariat (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan satu ton beras untuk empat Panti Asuhan di...

Ketua PKS Ende: Kami Ingin Wakil Bupati Berasal dari Figur Internal DPRD

Ende, Ekorantt.com - Tujuh partai pengusung paket Marsel-Djafar dalam Pilkada Ende 2018 lalu- Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PKB, PKPI, dan PKS- sedang membangun komunikasi...

Ingin Jadi Kades di Kabupaten Kupang, Mantan Kadis PMD Ende Ajukan Pensiun Dini

Ende, Ekorantt.com – Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Johanis Nislaka (54) yang sekarang menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ende berencana maju dalam...

BACA JUGA

Cerita Sukses Niko Beoang: Siapa Bilang Beternak Babi Itu Mahal?

Larantuka, Ekorantt.com - Bekerja sebagai pegawai kantor dan duduk manis di ruangan kerja memang menjadi rebutan bagi kebanyakan orang. Namun tidak bagi Frans Nikolaus...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Kemenkop UKM Terus Gulirkan Relaksasi Pembiayaan bagi Koperasi di Tengah Pandemi

Jakarta, Ekorantt.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, sebanyak 40 koperasi yang merupakan mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM sudah 100...

Pemkab Ende Diminta Segera Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa di Luar Daerah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Ende diminta segera menyalurkan bantuan dana untuk mahasiswa asal Kabupaten Ende di luar daerah yang hingga kini belum dicairkan. Permintaan...

Pelayanan Sakramen dan Ibadat di Keuskupan Maumere Kembali Dibuka

Maumere, Ekorantt.com – Pelayanan Sakramen dan ibadat di Keuskupan Maumere kembali dibuka menyambut new normal. Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu mengatakan, pelayanan...

Beradaptasi di Tengah Pandemi, 17.571 Bumdes Lakukan Registrasi Ulang

Jakarta, Ekorantt.com – Kemampuan beradaptasi masyarakat desa di tengah pandemi Covid-19 menjadi hal yang diperhatikan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah. Dalam Webinar yang digelar...

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here