Sabtu, 11 Juli 2020

Derita Kewa Kaba: Tak Ada Akses Jalan dan Air Bersih

- Advertisement -

Borong, Ekorantt.com – Perjalanan cukup melelahkan. Keringat mengucur di sekujur tubuh. Baju sudah mulai basah. Padahal belum sampai di puncak tujuan. Kami beristirahat sejenak. Tepat di pinggir sungai.

Di sungai itu terlihat beberapa perempuan paruh baya dan anak-anak. Ada yang sedang mandi dan cuci pakaian. Ada pula yang sementara mencelupkan jeriken ke kolam di sungai. Padahal, air sungai keruh. Tapi, mereka tidak peduli.

Sepanjang pertengahan kampung di sisi bukit, terlihat juga beberapa perempuan dan anak-anak sedang  berjalan turun, ke arah sungai. Menenteng jeriken dan ember.

Waktu sudah menunjukan pukul 15. 45 Wita. Tak terasa, hampir 20 menit beristirahat. Memulihkan tenaga, sebelum mendaki bukit, menuju perkampungan.

Kami berpacu lagi. Sekitar 200 meter berjalan, tampak ada rumah di sisi jalan, pertanda bahwa kami sudah masuk kampung.

Kampung Kewa Kaba. Kampung dengan sejuta derita. Tersembunyi di tengah kemajuan Desa Lembur-satu-satunya desa yang pernah mendapat penghargaan karena keberhasilan mengelola Dana Desa pada 2015, 2016, 2017 dan 2018-saat Anton Jelorong masih memimpin desa di Kecamatan Kota Komba tersebut.

Namun, deratan penghargaan yang ada tidak seiring dengan fakta pemerataan pembangunan di desa Lembur. Kewa Kaba jadi bukti.

Menuju Kampung Kewa Kaba, dari jalan raya di Kampung Rende, anda harus berjalan kaki sekitar 30 menit hingga 1 jam, menuruni lembah, mendaki bukit. Kampung yang dihuni oleh 15 KK ini berada di sisi selatan Kampung Rende, pusat Desa Lembur.

“Kami sudah biasa jalan kaki. Dari dulu hingga sekarang, kalau mau ke pasar atau sebaliknya, kami harus jalan kaki,” kata salah satu warga Kewa Kaba, Lucia Bombol.

Menurutnya, situasi kampung Kewa Kaba tidak pernah berubah sejak nenek moyang mereka mulai tinggal sejak ratusan tahun lalu. “Kami sudah biasa jalan kaki,” sebutnya.

Selain akses jalan raya, akses jaringan air bersih juga menjadi masalah utama warga Kewa Kaba. Jika musim hujan, warga kampung itu sedikit lega karena sungai periodik di dekat kampung mereka mengalirkan air. Meski keruh, mereka tetap bersyukur bisa akses air minum dengan jarak dekat.

“Kalau musim kemarau, kami jalan kaki satu jam pergi-pulang ke Kampung Rende, pikul jeriken,” kisah Kaliktus Anir, warga Kewa Kaba.

Menurut Lucia, tidak adanya akses jalan raya dan air bersih, menyulitkan mereka untuk membangun rumah dan sanitasi yang layak.

“Susah mau pikul pasir dan semen. Kami tidak bisa buat rumah dan WC yang layak,” ujarnya.

Kepala Desa Lembur, Yon Baos mengatakan akses jaringan air bersih jadi prioritas untuk dibangun hingga ke Kewa Kaba. Dalam RAPBDes Desa Lembur tahun 2020, telah dianggarkan Rp875.000.000 untuk renovasi berat jaringan air bersih menuju desa tersebut, termasuk pemasangan jaringan pipa baru menuju Kampung Kewa Kaba.

“Tahun ini, kalau virus corona ini cepat berlalu, air bersih pasti kita bangun. Dan bisa sampai di sana,” kata kepala desa yang baru dilantik akhir tahun 2019 kemarin itu.

Ia mengaku tidak tahu, mengapa akses jalan dan jaringan air belum masuk ke kampung tersebut. Padahal, kata dia, dana desa hadir sejak 2015.

“Pasti di masa saya, saya akan bangun ke sana. Itu kalau mereka tidak jadi lepas dari desa induk hingga 2023,” janji Kades Yon.

Rosis Adir

TERKINI

Wisata Danau Kelimutu Kembali Dibuka, Maksimal 200 Tamu per Hari

Ende, Ekorantt.com - Setelah ditutup sejak 28 Maret 2020 silam, Balai Taman Nasional Kelimutu kembali membuka akses kunjungan wisata ke Danau Tiga Warna Kelimutu...

Dukung Gerakan Kupang Hijau, OJK dan FKLJK NTT Peduli Lingkungan

Kupang, Ekorantt.com – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur  (FKLJK NTT)...

SMPN 1 Maumere Terima 224 Peserta Didik Baru

Maumere, Ekorantt.com – SMPN I Maumere menerima sebanyak 224 peserta didik baru. Menurut Kepala Sekolah, SMPN 1 Maumere, Vitalis P. Sukalumba, total jumlah pendaftar...

Sikka Dapat Jatah 100 Unit Rumah Program BSPS

Maumere, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Sikka mendapat jatah 100 unit rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS yang selama ini dikenal dengan sebutan program...

BACA JUGA

Dugaan Korupsi Dana Desa, Warga Lapor Mantan Kades dan Pjs Goloworok ke Kejari Manggarai

Ruteng, Ekorantt.com - Sejumlah warga Desa Goloworok, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai melaporkan Mantan Kepala Desa Goloworok, FDS ke Kejaksaan Negeri Manggarai atas dugaan korupsi...

Maria P. Yulianti, Rimbawati yang “Betah Berlama-lama di Hutan”

Maumere, Ekorantt.com - Maria Paulina Yulianti, akrab disapa Ully. Sejak tahun 2009 lalu menjadi staf di Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan Unit Pelaksana Teknis...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Pemkab Ende Diminta Segera Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa di Luar Daerah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Ende diminta segera menyalurkan bantuan dana untuk mahasiswa asal Kabupaten Ende di luar daerah yang hingga kini belum dicairkan. Permintaan...

Dishub Ende Ancam Bekukan Trayek Armada Transportasi yang Bandel

Ende, Ekotantt.com - Dinas Perhubungan Kabupaten Ende mengancam akan membekukan izin armada transportasi yang bandel karena beroperasi tak sesuai dengan trayek. Kepala Bidang Perhubungan Darat...

Wisata Danau Kelimutu Kembali Dibuka, Maksimal 200 Tamu per Hari

Ende, Ekorantt.com - Setelah ditutup sejak 28 Maret 2020 silam, Balai Taman Nasional Kelimutu kembali membuka akses kunjungan wisata ke Danau Tiga Warna Kelimutu...

Kisah Perawat Yelvi: OdGJ itu Dititipkan Tuhan untuk Saya Layani

Maumere, Ekorantt.com - Menjalani profesi sebagai perawat apalagi perawat untuk para ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) membutuhkan kesabaran yang tak ada taranya. Sempat putus...

Dipercayakan Kelola SPBU Perikanan, KPRI Ende Layani 320 Nelayan

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Ende mempercayakan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)-Ende sebagai pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) perikanan yang beralamat di area...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here