Sabtu, 11 Juli 2020

Kisah Janda Lima Anak di Nagekeo, Berharap Bantuan Pemerintah Tapi Tidak Terdata

- Advertisement -

Boawae, Ekorantt.com – Pandemi Covid-19 memberikan tantangan berat bagi Yosevina, yang hidup menjanda belasan tahun. Sebelum corona, ia mampu ‘putar otak’ untuk menyambung hidup. Saat pandemi, ia sulit mencari celah untuk bertahan hidup.

Satu-satunya harapan adalah bantuan pemerintah. Sekecil apapun bantuan itu, sangat berarti bagi Yosevina dan kelima anaknya.

Tapi malam memang nasib warga Kelurahan Ratongamobo, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo ini. Menanti bantuan pemerintah baginya ibarat mengharapkan bulan jatuh dari langit.

Benar adanya. Apalah artinya berharap bantuan tapi namanya luput dari pendataan penerima manfaat bantuan pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Saat ditemui Ekora NTT di kediamannya pada 24 Mei 2020, Yosevina menceritakan bahwa dirinya adalah seorang petani yang menggarap ladang. Hasilnya, ia jual ke pasar.

Yosevina juga menggarap ladang orang untuk menambah penghasilan. Oleh pemilik lahan, ia digaji harian. Meski tak seberapa, tapi sudah lumayan untuk menafakai keluarganya.

“Pak lihat sendiri kehidupan saya, kalau dulu belum ada virus corona kami bisa jualan sedikit-sedkit di pasar atau pergi kuli di orang punya kebun,” tuturnya polos.

Saat corona datang, “Saya tidak bisa buat apa-apa, apalagi sekarang pasar tutup. Saya tidak tahu mau mengadu ke siapa”.

Selama hidupnya, Yosevina tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah, baik bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan langsung tunai lainnya.

Dirinya sempat dimintai oleh pihak keluarahan untuk menyetor foto kartu keluarga. Tapi hingga bantuan tunai datang, ia tak dipanggil untuk menerima bantuan.

“Awal mereka pernah datang minta kami untuk foto kartu keluarga. Katanya ada bantuan tapi sampai saat ini, kami tidak terima itu bantuan, hanya orang-orang tertentu pak,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia menambahkan, beberapa warga yang sempat menyetor kartu keluarga bersama dengan dirinya sudah mendapat bantuan, namun ia belum menerima sama sekali.

Saat dikonfirmasi, Lurah Ratongamobo, Agustinus Bate beralasan, masih banyak warga yang belum sadar akan pentingnya kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. Karena itu pihak keluarahan akan memberi edukasi kepada masyarakat untuk mengurusnya.

Agustinus memastikan, warga Lurah Ratongamobo yang belum terdata dalam data KK miskin akan dimasukkan pada usulan berikutnya.

Ia menjelaskan, terdapat 560 kepala kelurga di Kelurahan Ratongamobo. Sedangkan yang sudah terakomodir mendapatkan bantuan langsung sebanyak 358 kapala keluarga. Jumlah tersebut dikurangi dengan kepala keluarga yang berstatus Pegawai Negeri sipil (PNS) sebanyak 37 kepala keluarga dan pengusaha tujuh kepala keluarga.

“Kita tinggal 104 kepala keluarga yang belum terakomodir tapi sebagian besar sudah terbantu,” ujarnya.

Belmin Radho

TERKINI

Wisata Danau Kelimutu Kembali Dibuka, Maksimal 200 Tamu per Hari

Ende, Ekorantt.com - Setelah ditutup sejak 28 Maret 2020 silam, Balai Taman Nasional Kelimutu kembali membuka akses kunjungan wisata ke Danau Tiga Warna Kelimutu...

Dukung Gerakan Kupang Hijau, OJK dan FKLJK NTT Peduli Lingkungan

Kupang, Ekorantt.com – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur  (FKLJK NTT)...

SMPN 1 Maumere Terima 224 Peserta Didik Baru

Maumere, Ekorantt.com – SMPN I Maumere menerima sebanyak 224 peserta didik baru. Menurut Kepala Sekolah, SMPN 1 Maumere, Vitalis P. Sukalumba, total jumlah pendaftar...

Sikka Dapat Jatah 100 Unit Rumah Program BSPS

Maumere, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Sikka mendapat jatah 100 unit rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS yang selama ini dikenal dengan sebutan program...

BACA JUGA

Maria P. Yulianti, Rimbawati yang “Betah Berlama-lama di Hutan”

Maumere, Ekorantt.com - Maria Paulina Yulianti, akrab disapa Ully. Sejak tahun 2009 lalu menjadi staf di Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan Unit Pelaksana Teknis...

Mie Kelor, Keativitas Mahasiswa KKNT IKIP Muhammadiyah Maumere di Desa Geliting

Maumere, Ekorantt.com - Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dari IKIP Muhammadiyah Maumere memberikan pelatihan pembuatan mie kelor atau merunggai, (Moringa Oleifera) kepada...

Setwan DPRD NTT Sumbang Satu Ton Beras untuk Panti Asuhan di Kota Kupang

Kupang, Ekorantt.com - Sekretariat (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan satu ton beras untuk empat Panti Asuhan di...

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Ketua PKS Ende: Kami Ingin Wakil Bupati Berasal dari Figur Internal DPRD

Ende, Ekorantt.com - Tujuh partai pengusung paket Marsel-Djafar dalam Pilkada Ende 2018 lalu- Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PKB, PKPI, dan PKS- sedang membangun komunikasi...

Wisata Danau Kelimutu Kembali Dibuka, Maksimal 200 Tamu per Hari

Ende, Ekorantt.com - Setelah ditutup sejak 28 Maret 2020 silam, Balai Taman Nasional Kelimutu kembali membuka akses kunjungan wisata ke Danau Tiga Warna Kelimutu...

Ingin Jadi Kades di Kabupaten Kupang, Mantan Kadis PMD Ende Ajukan Pensiun Dini

Ende, Ekorantt.com – Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Johanis Nislaka (54) yang sekarang menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ende berencana maju dalam...

Menguatkan Komitmen Lewat Rembuk Stunting

Larantuka, Ekorantt.com - Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon membuka secara resmi Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Flores Timur Tahun 2020 dan Sosialisasi Peraturan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here