Minggu, 5 Juli 2020

Kaum Muda Flores Timur Usul Pengembangan Literasi Digital dan Potensi Desa

- Advertisement -

Larantuka, Ekorantt.comKonsorsium Lembaga Pemberdayaan Anak dan Masyarakat Flores (KLPAMF) mitra dari ChildFund menggelar diskusi yang disiarkan secara langsung melalui akun Facebook KLPAMF.

Diskusi bertajuk Inspirasi Pandemi Corona bagi Masa Depan Orang Muda pada Selasa, (23/6/2020) ini dipandu oleh Magdalena Oa Eda Tukan dari SimpaSio Institute dan menghadirkan tiga narasumber.

Ketiga narasumber itu adalah Monika Bataona-Pendamping Forum Anak Kabupaten Flores Timur lulusan dari Universits Gajah Mada Yogyakarta, Arkadius Balik-Pendamping Forum Anak Desa Kimakamak Adonara Barat dan  Viktorianus Kebo Kaha-Pendamping Forum Anak Desa Lewohedo Solor Timur.

Diskusi yang berjalan alot selama dua jam lebih tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan yang inspiratif dan sangat memberi motivasi bagi banyak kalangan, khususnya KLPAMF dalam menggagas program-program efektif dan tepat sasaran bagi generasi muda. Berikut beberapa kesimpuan dari diskusi tersebut;

Pertama, hikmat dari pagebluk Covid-19 yakni terbangunnya kesadaran akan perubahan budaya dan tantangan masa depan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi. Digitalisasi mengubah tatanan sosial dan menawarkan budaya baru. Kaum muda harus disipakan untuk memasuki era 4.0.

Kedua, penggunaan media sosial dalam semua bidang kehidupan, mengingatkan kita ikhwal pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Kesadaran dan kemampuan bermedia sosial harus digalang pada kalangan generasi muda. Dengan demikian, kaum muda dapat menggunakan media sosial secara  bertanggung jawab, bermanfaat, efektif, dan efisien.

Ketiga, penggunaan media sosial tidak sebatas alih teknologi melainkan juga alih budaya. Penggunaan media sosial dalam pembelajaran sekolah sungguh mempertimbangkan metodologi pembelajaran yang tepat.

Alhasil, pembelajaran tidak sebatas melakukan transfer informasi tapi sungguh dapat membantu peserta didik untuk dapat mandiri dan merdeka belajar, mengalami formasi, yakni pembentukan kualitas diri. Hal demikian juga menjadi perhatian dalam pola asuh anak.

Program pelatihan guru untuk menggunakan media sosial dalam pembelajaran tidak sebatas pada keterampilan operasional, melainkan juga kemampuan menerapkan metodologi pembelajran yang tepat.

Keempat, kaum muda memiliki potensi dan peduli pada persoalan-persoalan sosial budaya. Hendaknya kepada mereka diberi ruang dan peluang unutk mengaktualisasikan potensi dan kepedulian itu.

Propgram-program yang berpihak pada kaum muda hendaknya responsif pada kebutuhan, kegelisahan, dan harapan pewaris masa depan itu. Untuk itu generasi muda hendaknya disertakan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Mereka terlibat dalam Musrembangdes hingga pelaksanaan program-program pembangunan di desa. Mereka bukan sebatas sasaran, melainkan bagian integral pembangunan.

Kelima, untuk fenomena Kabupaten Flores Timur, pengembangan potensi di desa dapat mencegah perantauan generasi muda, khususnya perempuan menjadi TKW dan mencegah perdagangan  manusia (human trafficking).

Kontributor: Eda Tukan (Simpasio Institute)

TERKINI

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

BACA JUGA

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

Pelayanan Sakramen dan Ibadat di Keuskupan Maumere Kembali Dibuka

Maumere, Ekorantt.com – Pelayanan Sakramen dan ibadat di Keuskupan Maumere kembali dibuka menyambut new normal. Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu mengatakan, pelayanan...

Urus Sampah Kota, Pemkab Ende Kekurangan Petugas Penyapu Jalan

Ende, Ekorantt.com – Persoalan sampah di wilayah perkotaan selalu menjadi sorotan. Demikian yang dialami juga di Kota Ende, Kabupaten Ende. Setiap harinya, Kota Pancasila menghasilkan...

Gubernur Laiskodat Minta Pemkab Ende Perbanyak Festival Pariwisata

Ende, Ekorantt.com – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Pemerintah Kabupaten Ende untuk memperbanyak festival yang bernuasa pariwisata. Gubernur Laiskodat saat melakukan kunjungan kerja di...

Aset Kopdit Hiro Heling Mendekati 30 Miliar Rupiah

Maumere, Ekorantt.com – Aset KSP Kopdit Hiro Heling mendekati 30 miliar rupiah. Sekarang ini, asetnya mencapai Rp28.874.189.874. Tersebar di sejumlah Kabupaten di NTT, jumlah...

Demo Mahasiswa Tolak Tambang di Matim, Begini Tanggapan Bupati Agas

Ruteng, Ekorantt.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan GMNI Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis...

Temu Media di Ende, BPJS Kesehatan Sosialisasi Penyesuaian Iuran

Ende, Ekorantt.com - Presiden Republik Indonesia menetapkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 pada 5 Mei 2020 lalu. Perpres ini merupakan perubahan kedua atas...

Kisah Perawat Charolin di Pulau Palue, Nikmatnya Mabuk Laut hingga Naik Turun Gunung

Maumere, Ekorantt.com - Mengabdi selama kurang lebih lima tahun di Pulau Palue punya kesan tersendiri bagi Maria Mahendra Charolin. Dara 28 tahun ini adalah...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here