Pedagang Ndao Ende Keluhkan Sepi Pembeli Usai Penggusuran

Murdiana sendiri membuka lapak seluas 5 meter persegi di Terminal Ndao. Kata dia, lokasi tersebut tidak strategis karena sepi pembeli.

Ende, Ekorantt.com – Sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pembeli usai direlokasi ke Terminal Ndao. Mereka semula berjualan selama bertahun-tahun di wilayah sempadan pantai, tempatnya di pinggir jalan trans Flores Ende-Bajawa.

Setelah Pemerintah Kabupaten Ende menggusur lapak usaha mereka pada 15 April lalu, kini mereka dipindahkan ke beberapa titik, termasuk Terminal Ndao.

“Ini seperti kita kembali dari awal lagi. Tidak dari awal bagaimana sepi begini, mungkin baru awal,” ujar Murdiana, salah satu pedagang, kepada Ekora NTT pada Senin, 20 April 2026.

Murdiana sendiri membuka lapak seluas 5 meter persegi di Terminal Ndao. Kata dia, lokasi tersebut tidak strategis karena sepi pembeli.

Ia berharap agar pemerintah secepatnya bisa menata kawasan sempadan pantai agar bisa ditempati kembali.

“Secepatnya ditata agar kami bisa jualan seperti semula. Karena kami dulu awal itu jualan di sini karena sepi makanya kami keluar jual di depan itu,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Gabriel Dala, mengatakan pemerintah menyediakan 22 lapak di area Terminal Ndao. Lapak itu diberikan kepada pelaku usaha yang terdampak penggusuran area sempadan Pantai Ndao.

“Mereka itu ada warung, bengkel, ada biliar. Itu tidak masuk di dalam terminal termasuk penjual ikan. Yang masuk di area terminal itu khusus untuk pedagang asongan. Mereka tidak tinggal hanya taruh barang jualan,” ujar Gabriel di Ende pada Selasa, 21 April 2026.

Untuk mendukung para pedagang, kata dia, pemerintah kembali memfungsikan terminal. Semua mobil yang datang dari luar kota harus masuk terminal dan tidak diperkenankan untuk langsung ke dalam kota.

“Jadi pertumbuhan ekonomi di situ tidak hanya para pedagang tapi juga para tukang ojek dan sopir bemo dalam kota,” ujarnya.

Ia mengklaim bahwa apa yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk membangun Ende agar lebih baik ke depan.

Oleh karena itu, Gabriel meminta masyarakat mematuhi dan mendukung setiap aturan dan kebijakan demi kebaikan bersama.

“Mereka menaati yang diarahkan oleh pemerintah,” kata dia menandaskan.

TERKINI
BACA JUGA