Dinilai Sukses Tangani Covid-19, Desa Aewora Terima Penghargaan dari Kapolres Ende

Ende, Ekorantt.com – Kepala Desa Aewora, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende,Yulius Mangu menerima piagam penghargaan dari Kapolres Ende, AKBP Albertus Andreana di Mapolres Ende pada Rabu (27/01/2021). Selain Kades Yulius, penghargaan diberikan juga kepada Tua Adat Aewora, Anton David Dala dan Ketua BPD Desa Aewora, Silvester Vely.

Pemerintah desa dan tua adat di Desa Aewora dinilai sukses melakukan terobosan dan berkomitmen dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

AKBP Andreana mengatakan, komitmen dan sinergisitas antar-pemangku kepentingan seperti yang ditunjukkan di Desa Aewora merupakan langkah strategis dan dinilai efektif dalam penanganan Covid-19.

“Saya apresiasi. Saya dapat laporan dari Babinkabtibmas di lapangan, bagaimana strategi yang dilakukan pemangku di Desa Aewora. Mereka sangat konsen mulai dari sosialisasi, hingga kebijakan karanina terpusat bagi pelaku perjalanan dari luar desa. Ini sesuatu yang unik dan positif. Ini harus diberi reward,” ujar AKBP Andreana.

Dia menegaskan, seluruh komponen di desa diharapkan proaktif dan terus berkolaborasi agar sosialisasi dan penanganan di lapangan dapat berjalan efektif.

iklan

Sementara itu, Kepala Desa Aewora, Yulius Mangu menuturkan, kerja sama dan rembuk bersama jadi kunci suksesnya penanganan Covid-19 di desanya.

Pada prinsipnya, kata Yulius, warga desa harus aman dan nyaman di tengah situasi pandemi Covid-19.

Sejak awal, Satgas Covid-19 Desa Aewora rutin melakukan sosialisasi, mengupdate data penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ende, dan melakukan karantina terpusat bagi warga yang akan masuk ke wilayah desa bila yang bersangkutan datang dari zona merah Covid-19.

“Kami lakukan itu semua. Dananya ada yang sumbangan dari pihak ketiga. Selain itu kami juga anggarakan dari dana desa. Prinsipnya kita memberikan rasa nyaman bagi warga. Saya juga kaget kalau kegiatan kami dinilai baik oleh pihak kepolisian. Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Desa Aewora,” kata Yulius.

Senada, Tua Adat Aewora, Anton David Dala mengatakan bahwa pemerintah dan tokoh adat harus menjadi pelopor di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi dalam satu pribadi manusia itu ada tiga sebutan. Pemerintah menyebut rakyat, agama menyebut umat, Tua Adat (Mosalaki) menyebut fai walu ana kalo (warga adat). Oleh karena itu, penanganan Covid-19 ini butuh sinergi dari tiga tungku tersebut dan kami di Aewora sudah lakukan itu,” kata David Dala.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA