Kelurahan Danga Terapkan Satu RT Satu Inovasi, Ternyata Ini Maksudnya!

Nagekeo, Ekorantt.com – Kebijakan Pemerintah Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo menerapkan kebijakan ‘Satu RT Satu Inovasi’ ternyata memiliki tujuan tertentu. Program inovasi yang sudah berjalan selama masa pandemi Covid-19 ini ternyata untuk meretas masalah kesehatan di wilayah setempat, terutama stunting dan masalah gizi.

Data terakhir Pemerintah Kelurahan Danga, kasus stunting di wilayah itu tercatat 40 kasus. Memang secara Nasional, Pemerintah Pusat kerap menekankan agar jajaran kepemerintahan terus berupaya menurunkan angka stunting yang angka lebih dari 20 persen dari ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Seorang warga sedang semaian tomat dan cabai di RT 08, Kelurahan Danga (Foto: Copy Right)

Pemerintah Kelurahan Danga sedang menjalankan program penurunan stunting yang menargetkan tahun ini turun 5 hingga 10 kasus. Upaya penuruan jumlah kasus stunting ini juga tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan para RT yang kini sedang menerapkan program penanaman hortikultural dan pemeliharaan unggas serta persiapan pangan organik.

“Sesuai visi misi daerah, rencananya Bulan Mei ini kita launching program inovasi kelurahan Gerakan Masyarakat Sadar Cegah Stunting atau Gemar Ceting. Kami fokus pada stunting dan mengenai kesehatan itu Bulan Mei juga kita selenggarakan posyandu integrasi. Jadi posyiandu integrasi itu, ada bidan, PPL, ada RT, ada lurah serta pihak puskesmas dan ahli gizi. Kita berkolaborasi dan bergotong royong cegah stunting dengan program Satu RT Satu Inovasi,”jelas Lurah Danga Yohanes Lado saat ditanya Ekora NTT pada Selasa (16/03/2021) siang di Mbay.

Untuk melancarkan program ‘Satu RT Satu Inovasi’, Pemerintah Kelurahan Danga dan masyarakat telah menyepakati mendorong pagu indikatif RT mulai 10 Juta per RT. Tidak menutup kemungkinan penambahan dana bagi RT yang berprestasi penerapan program itu untuk mencegah stunting.

iklan

Dana itu fokus pada pengolahan tanaman pangan hortikultural dan unggas di 42 RT untuk menjawab gizi masyarakat, apalagi di tengah pandemi.

Antusias warga Kelurahan Danga dalam program Satu RT Satu Inovasi (Foto: Copy Right)

“Jadi prinsipnya setiap konsekuensi keluarnya anggaran harus ada target penurunan angka. Jadi stunting ini bukan soal angka tetapi aspek kemanusiaan. Tanggung jawab konstitusi pemerintah bagaimana kita mencegah dan menurunkan angka stunting,”kata Yohanes.

Ia menambahkan, jumlah dana 10 Juta yang digelontorkan ke tingkat RT diberikan dalam bentuk barang (bibit hortikultural) serta bibit unggas kepada masing-masing RT. Adapun jumlah yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat tingkat RT.

“Untuk sementara kita masih berjuang soal food security. Kan, (penilaian) nanti ada ahli gizi yang sudah saya sebutkan dalam program posyiandu integrasi tadi,”ujar Lurah Yohanes.

Ian Bala

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA