Borong, Ekorantt.com – Salah seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Golo Wangkung, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur ditipu oleh tiga oknum yang mengaku sebagai penjual obat tradisional asal Dompu, NTB, pada Selasa (27/4/2021).
Menurut Lurah Golo Wangkung, Simplisius Ancis, para pelaku datang dari wilayah Kecamatan Elar. Tiba di Kelurahan Golo Wangkung, mereka masuk ke rumah korban yang kebetulan sedang sakit.
“Awalnya mereka tawar untuk pengobatan gratis. Tetapi, mereka kemudian menerawang sakit si ibu ini lewat telur ayam. Ada dua telur ayam: satu untuk istri dan satu untuk suaminya,” tutur Simplisius kepada Ekora NTT, Rabu sore.
“Dua telur itu ditaruh di atas piring, lalu dipecahkan. Dan hasilnya, pada telur si ibu yang sakit itu isinya ada jarum dan kawat,” tambahnya.
Sesuai pengakuan korban, kata dia, setelah melihat kawat dan jarum pada telur tersebut, para pelaku meminta biaya Rp 1.550.000 agar penyakit di dalam tubuh korban bisa dikeluarkan. Namun, permintaan itu tidak bisa disanggupi karena korban dan suaminya hanya punya uang Rp 750.000.
“Para pelaku pun meminta barang jaminan lain untuk menambah uang tersebut, dan si korban memberikan sepasang anting emas setengah gram ke para pelaku,” katanya.
Setelah menerima uang dan anting tersebut, pelaku kemudian pamit dan meninggalkan rumah korban.
“Setelah pelaku jalan, korban sadar bahwa ia tidak diberi obat oleh pelaku. Korban kemudian memberitahukan dan meminta suaminya untuk mengejar para pelaku,” ucapnya.
Para pelaku kemudian berhasil diamankan warga. Pada Selasa malam, para pelaku dibawa ke kantor Kelurahan Golo Wangkung.
“Tadi malam masalah tersebut sudah diselesaikan oleh pemerintah kelurahan bersama polisi dari Polsek Pota. Para pelaku mengembalikan uang dan barang dari warga tersebut,” ucapnya.
“Tadi pagi mereka sudah jalan dan sebelum mereka jalan, mereka buat surat pernyataan bahwa ke depannya mereka tidak boleh lagi masuk wilayah Kelurahan Golo Wangkung,” imbuhnya.
Menurut Lurah Simplisius, para pelaku mengaku tinggal di Borong, tepatnya di samping rumah almarhuma dr. Indra.
Rosis Adir













