Lurah Danga Target Turunkan Angka Stunting Hingga Nol pada Agustus 2021

Mbay, Ekorantt.com – Pemerintah Kelurahan Danga memasang target menurunkan angka stunting yang kini terkonfirmasi 16 balita di wilayah setempat.

Target itu akan dicapai hingga angka nol pada Agustus mendatang.

“Target kita di kelurahan ini bulan Agustus nol stunting di Danga,”tutur Lurah Danga, Yohanes Lado, saat launching gerakan masyarakat terpadu cegah stunting (gemar stunting) di Aula TK Pembina Danga pada Rabu (05/05/2021) pagi.

Adapun terobosan yang dilakukan pihak Kelurahan Danga dalam upaya menurunkan angka stunting yakni mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah menanam sayur dan memelihara unggas.

Pihak kelurahan pun tengah menggerakan para RT serta kelompok dasawisma dalam pengelolaan lingkungan rumah secara organik.

“Peran keluarga mencegah stunting itu mulai dari hulu, penyediaan pangan organik yang kita dorong mulai dari keluarga,”tutur Yohanes.

Ketua Tim Penggerak PKK Nagekeo Ny. Yayik Pawitra Gati menyatakan stunting tidak dapat disembuhkan dengan obat melainkan hanya melalui perbaikan gizi.

Peningkatan gizi anak, kata Yayik, tidak hanya sekali saja, perlu diberi makanan tambahan (PMT) tiap hari.

“Jadi yang lebih berperan adalah ibu, ayah, keluarga, lingkungan rumah dan lingkungan RT,”katanya.

Disisi lain, keluarga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan termasuk pengelolaan limbah sampah. Selain kekurangan gizi, salah satu faktor penyebab stunting ialah mengenai kebersihan.

“Penyakit lingkungan dan sanitasi rumah. Coba ibu-ibu cek apakah sudah sehat dirumah, pencahayaan, nyamuk, lalat lalu pembuangan limbah. Saya wajibkan buat lubang sampah. Sampah tidak boleh buang sembarangan,”kata Ny. Yayik.

Sementara itu dokter spesialis anak, dr. Trias menyatakan masalah stunting dipengaruhi kekurangan gizi yang kronis yang mengakibatkan penurunan tingkat kecerdasan anak pada masa selanjutnya.

Ia menyatakan stunting merupakan masalah kesehatan secara serius yang sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Pemerintah telah menetapkan kasus stunting menjadi program prioritas.

“Saya sampaikan bahwa satu dari tiga anak di Indonesia sudah terkonfirmasi masalah stunting, dan itu sebelum pandemi. Kemudian tidak ada wilayah di Indonesia yang bebas stunting,”katanya.

Untuk itu, dia berharap peran keluarga untuk memulihkan nutrisi anak perlu ditingkatkan secara berkala. Orang tua adalah peran pertama menyelamatkan masalah gizi anak.

“Stunting ialah perawatan pendek dari umurnya yang disebabkan kekurangan gizi. Jika kita menyelamatkan remaja wanita maka kita sudah menyelamatkan satu generasi,”tutur dr. Trias.

Ian Bala

TERKINI
BACA JUGA