Demi Raih Cita-cita Jadi Polwan, Sazkiah Rela Keliling Kota Maumere Jualan Batagor dan Siomay

Maumere, Ekorantt.com – Inilah potret kehidupan bocah perempuan Sazkiah Rahmanisa (13) yang harus terpaksa meninggalkan teman-temanya bermain, demi berjualan batagor dan siomay.

Sazkiah adalah siswi MTS At Taqwa Beru Maumere dari Koting-Maumere. Ia hidup bersama kedua orangtuanya, Herman dan Fransiska Inke Maris Srikandi.

Meski ayahnya seorang polisi, tidak membuat bocah yang kini duduk dibangku kelas VIII itu harus patah semangat. Demi mengejar cita-citanya sebagai polisi, ia rela banting tulang untuk mewujudkan cita-citanya itu.

Semangat menabung mulai Sazkiah geluti sejak pemerintah terapkan PPKM level IV Covid-19 di wilayah itu. Ia tidak menyia-nyiakan sisa waktu sekolah untuk mencari uang.

“Saya tidak malu, apalagi takut menjual cemilan ini,” ucap Sazkiah.

iklan

Usai sekolah, ia mulai menyiapkan barang jualan. Ia lalu menjajaki, berkeliling di kantor-kantor dan mengantar pesanan itu ke palanggan. Adapun pelanggan yang tersebar di Wailiti, Waioti dan Lingkar Luar Maumere.

Untuk menghabiskan daganganya, dirinya bisa berjualan hingga petang. Namun, hal itu tidak membuatnya putus asa dan lantas menyerah.

Meskipun tidak berkumpul dengan teman-teman sebayanya untuk bermain, namun hal itu tak lantas membuat dirinya harus menghentikan untuk berjualan.

“Saya tidak mau bergantung dari orangtua tapi sejak dini berusaha sendiri. Uang yang saya dapat ini saya tabung untuk ikut tes polwan setelah SMA nanti,” ujar Sazkiah yang mengaku hobi memasak ini.

Upaya Sazkiah untuk mengais rezeki memang didukung oleh kedua orangtuanya. Ibunya selalu memberi dukungan agar usaha jualan itu membawa berkah dan menghasilkan.

“Ratusan pelanggan batagor dan siomay itu adalah teman facebook-nya mama saya,” ungkap Sazkia.

Ibu Sazkiah, Fransiska Inke Maris Srikandi kepada media ini menuturkan batagor dan siomay ialah kuliner khas Jawa yang belum banyak berusaha di Kota Maumere.

Peluang itu, kata Fransiska, digeluti sejak wabah Covid-19 menggerogoti tatanan kehidupan manusia di dunia, termasuk di wilayah Maumere.

“Sebenarnya usaha ini kami buka di rumah tetapi pandemi Covid-19 harus menaati protkes dan menghindari kerumunan dan delivery sebagai solusinya,” kata Pebisnis Online Maumere yang pernah dapat jatah libur gratis ke Makau ini.

Inke menyebutkan batagor dan siomay ini dijual per porsi dengan harga Rp 20 ribu free delivery. Jika repeat order sampai 5 kali, tambah pegawai RS TC Hillers Maumere ini, akan mendapatkan bonus 1 porsi masing-masing cemilan tersebut.

Yuven Fernandez

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA