Kelompok Peternak Milenial Ladogahar-Sikka Ikut Pelatihan Usaha Ayam Buras

Maumere, Ekorantt.com – Kelompok Peternak Milenial (KPM) Desa Ladogahar mendapat pelatihan ternak ayam buras di Kampung Unggulan Balitnak Solideo Farm di Dusun Kloang Bolat, Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka pada Kamis, (9/12/2021).

Kampung Unggulan Balitnak Solideo Farm adalah tempat usaha ayam buras milik Rofin Muda.

Sebanyak 15 orang peserta mengikuti pelatihan itu. Adapun rangkaian kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari.

Hari pertama teori dan praktek pembuatan pakan ternak bertempat di Desa Ladogahar, hari kedua kunjungan langsung ke kandang (saat ini) dan hari ketiga RKTL berupa pembuatan kandang.

Arkadius Arias, Kepala Desa Ladogahar mengatakan tujuan pelatihan ini agar pemuda Ladogahar tidak lagi menjadi pengangguran. Sebaliknya, para pemuda setempat akan menjadi peternak milenial yang handal, juga untuk mengurangi kenakalan remaja di wilayahnya.

iklan

Selain itu, untuk mendukung program pemerintah menuntaskan masalah kesehatan stunting. Pemerintah desa menyatakan siap mendukung penuh semangat anak muda di desanya ini.

Ia pun berharap mentor dan pembimbing (Rofin Muda), betul-betul membagi ilmunya secara utuh.

“Saya berharap Pak Rofin bisa membagi ilmu yang ada secara utuh kepada anak-anak kami pemuda Ladogahar,” tuturnya.

Rofin dalam pelatihan itu memberikan pengetahuan terkait virus ternak, tanda-tanda, cara mengantisipasi virus tersebut dan menekankan pentingnya vaksinasi hewan sejak dini.

Ayam buras milik Rofin Wula, seorang pengusaha ternak ayam di Maumere (Foto : Cucun Suryana/Ekora NTT)

Selain itu, Rofin juga memberi motivasi kepada KPM Desa Ladogahar agar tekun dan yakin pada apa yang telah menjadi pilihan hidup.

Sebab, Desa Ladogahar merupakan desa pertama yang melirik usaha ayam buras sebagai sarana peningkatan ekonomi masyarakat.

Rofin mengaku sangat bersyukur, karena itu ia pun berharap Desa Ladogahar menjadi plasma usahanya yang pertama dan menjadi yang terbaik.

“Lakukan saja dulu, jangan pikir untung,” katanya.

Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris ini mnceritakan sejak usaha ternak ayam dimulai sekitar 6 tahun lalu, ia sempat bingung mencari pasar untuk menjual ayam-ayamnya. Namun sekarang ia malah kewalahan menerima permintaan.

Di hadapan peserta pelatihan, Rofin menyampaikan cita-citanya memiliki sebuah restoran khusus ayam kampung.

Cucun Suryana

TERKINI
BACA JUGA