Maumere, Ekorantt.com – Makanan kesukaan bagi masing-masing orang memang berbeda-beda. Hal itu tergantung cita rasa dan sajian yang tentu membuat seseorang bahagia.
Namun dari kesekian jenis makanan, salah satu yang menarik perhatian ialah Mie Goreng Arak China. Makanan ini justru bikin nagih di lidah.
Mie Goreng Arak China yang menjadi menu andalan Kedai Baper (Bawaan Lapar) milik transgender Mak Virgin berlokasi di Wolombetan, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
Adapun menu lain yang tersedia yakni Nasi Goreng Baper dan Ayam Geprek Bumbu Rujak Sambal Mata.
Transgender Mak Virgin yang memiliki nama asli Marselinus Santoso Sawe (35) kepada Ekorantt.com, Rabu (02/02/2022) menyatakan jenis makanan dan gaya kedai memang sengaja yang dirancang ala kekinian.
Ia mengungkapkan kedai yang didirikan 4 Agustus 2021 dan baru mendapatkan SITU-SIUP pada 27 Januari 2022 lalu, sudah mulai berhasil menggaet hati masyarakat Kota Maumere dan sekitarnya.
“Puji Tuhan sejak resmi dibuka tidak pernah sepi pengunjungnya dan semakin memantik keinginan warga Kota Maumere untuk memanjakan lidah dengan aneka suguhan menu dan minuman dari Kedai Baper,” katanya.
Tips dari Mak Virgin agar setiap pelanggan tidak bosan adalah selalu menjaga cita rasa masakan dengan rempah-rempah.
“Yang biasanya saya gunakan selalu bervariasi dan tidak monoton. Jadi setiap pelanggan yang datang tidak bosan dengan menu yang disediakan di Kedai Baper,” ujarnya.
Soal nama Kedai Baper, Mak Virgin menjelaskan ia memilih kedai karena warung dan cafe sudah banyak menjamur di Kota Maumere.
“Saya ingin tampil beda dengan nama Baper bukan bawa perasaan tetapi bawaan lapar. Disaat sedang lapar melanda diri Kedai Baper jawabannya,” ujar alumni SMK Sint Gabriel Maumere itu.
Transgender asal Baomekot, Kecamatan Hewokloang ini mengatakan Kedai Baper mulai beroperasi mulai pukul 08.00 WITA hingga pukul 24.00 WITA. Menyediakan catering paketan, nasi kotak, dan plasmanan.
Ketika ditanya omzet, Mak Virgin hanya berkata singkat baru memiliki izin resmi operasionalnya tapi lumayan memacunya untuk terus berusaha.
Menyinggung tentang anggapan masyarakat umumnya terhadap transgender, Mak Virgin tak berkata banyak. Ia hanya meminta agar setiap orang dapat melihat segala kelebihan yang dimiliki.
“Kami memiliki banyak talenta yang tidak semua orang miliki,” tandasnya dengan penuh percaya diri.
Lorens Lepo, pegawai di Bagian Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka yang pernah bertandang ke Kedai Baper Wolombetan 25 Januari 2022 lalu mengungkapkan rasa bangganya.
Walau di mata publik transgender ini dinilai dengan hal-hal negatif, Lorens memandang terbalik. Ia justru memberikan apresiasi atas kerja atau karya yang mereka hasilkan.
“Dengan membuka usaha yang mampu memberikan layanan kepuasan seperti usaha salon, kedai, cafe dan warung menunjukkan bahwa tidak semua transgender itu tidak baik. Mereka mampu menunjukkan bahwa mereka juga berharga dan bermanfaat bagi banyak orang,” kata Lorens.
Menyinggung tentang menu kedai itu, Lorens mengatakan sajian menunya sangat menarik dengan aneka rasa yang menggoda lidah ditambah dengan pelayanannya yang bagus.
Yuven Fernandez













