Penyaluran Bantuan Sembako di NTT Mencapai 84,63 Persen

Kupang, Ekorantt.com — Penyaluran bantuan sosial sembako kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di NTT sudah hampir mencapai progres. PT. Pos Indonesia Kantor Cabang Utama Kupang mencatat sudah 340.594 KPM atau sekitar 84,63% sudah tersalur.

Deputi Eksekutif General Manager PT Pos Kancab Utama Kupang, Herri Yanto Stiro Gampamole kepada Ekorantt.com, Selasa (08/03/2022) berkomitmen proses penyaluran bansos sembako untuk tiga bulan ini akan tuntas sebelum jatuh tempo pada 10 Maret.

“Penyaluran bantuan sosial sembako tunai tahun 2022 ini dilakukan untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Januari, Februari, dan Maret. KPM menerima bansos dalam bentuk uang tunai sejumlah Rp200 ribu per bulan. Karena dibayarkan sekaligus untuk tiga bulan, maka uang yang diterima KPM senilai Rp600 ribu,” jelas Herri di ruang kerjanya, Selasa siang.

“Secara keseluruhan hampir setiap kabupaten di NTT progres pembayaran rata-rata sudah mencapai 90 persen. Adapun beberapa wilayah seperti Alor dan beberapa wilayah di Sumba belum mencapai 90 persen karena wilayahnya memang sangat ekstrim. Tetapi kita berkomitmen dapat selesai pada tanggal 10 Maret ini sesuai tenggat waktu yang diberikan oleh Kemensos,” tutur Herri.

Herri berkata, program bantuan sosial tunai ini merupakan program Kementerian Sosial (Kemensos). Demi mempercepat penyalurannya, Kemensos bekerjasama dengan PT Pos Indonesia.

iklan

“Program bantuan sosial sembako ini dulu disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Saat ini, bantuan sembako ini diberikan secara tunai bukan non-tunai,” katanya.

Secara teknis, pihaknya menyalurkan bantuan lewat tiga cara yakni door to door, melalui komunitas di ruang public seperti kantor camat ataupun kantor desa, dan melalui kantor Pos. Penyaluran bansos ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Petugas dilengkapi masker, face shield, dan sarung tangan, dan menerapkan pola 3M.

Pemerintah, kata Herri, berharap agar dana bansos ini bisa segera digunakan oleh masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok selama pandemi.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA