Pimpin Sertijab Kepsek SDI Ndora, Kadis Venan: Lupakan Peristiwa Masa Lalu

Mbay, Ekorantt.com – Philipus De Ornay resmi menjadi Kepala SDI Ndora berdasarkan Keputusan Bupati Nagekeo Johannes Don Bosco Do Nomor: 821.2/PK-NGK/06/02/2022 pada 15 Februari 2022. Ia menggantikan almarhum Delvina Azi, korban penikaman oleh orangtua siswa gara-gara tunggakkan iuran komite pada pertengahan 2021 lalu.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo kemudian mengangkat Antonius Geo sebagai Pelaksana tugas (Plt) yang memimpin hampir selama 8 bulan. Pada hari ini, Rabu (09/03/2022), dilaksanakan serah terima jabatan kepala sekolah yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo, Venantius Minggu.

Venantius mengatakan peristiwa yang pernah terjadi di lembaga SDI Ndora mestinya segera dilupakan dan dihilangkan dari ingatan oleh semua pihak baik para guru, orangtua maupun siswa. Dengan kepsek definitif, diharapkan dapat memberi semangat baru untuk meningkatkan sumber daya manusia di wilayah itu.

Ia juga meminta kepada para orangtua atau warga komite untuk terus menerus mendukung lembaga pendidikan di wilayah Ndora dan Nagekeo umumnya, agar dapat memberi suatu kemajuan pada bidang pendidikan.

“Orangtua dan guru mempunyai tanggung jawab terhadap 175 siswa yang ada di SDI Ndora. Semua harus dipikul bersama, tidak hanya membebankan orangtua ataupun para guru sendiri. Kita To’o Jogho Waga Sama (bergotong royong),” kata Venantius.

iklan

Ia meminta kepada kepsek yang baru untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan aman dan nyaman, dibantu oleh pemerintahan desa setempat. Sebab, tugas pemerintah desa juga untuk menjaga dan mengayomi masyarakat termasuk warga sekolah.

“Untuk bapak ibu pengawas punya tugas untuk menjaga kepala sekolah yang baru ini, termasuk para guru agar anak tidak boleh dirugikan. Orangtua juga punya kewajiban mengontrol dan memastikan para guru berada di sekolah setiap hari. Termasuk kontrol anak-anak terhadap hak belajar mereka. Ini penting,” tegas Venantius.

Mohon Kerjasama

Philipus De Ornay sebelumnya meminta dukungan dan kerjasama baik pemerintah desa, warga komite dan para guru untuk kemajuan satuan pendidikan tersebut. “Jika ada kritikan yang baik, mari datang ke sekolah dan sampaikan ke kami. Mari kita bersama membangun lembaga ini, untuk apa? Untuk anak-anak kita,” kata Philipus.

Philipus meminta warga komite ke depannya agar selalu mengingatkannya selama memimpin bersama para guru di SDI Ndora. Ia sekali lagi mengharapkan kerjasama semua pihak atas nasib peserta didik di sekolah tersebut.

“Ingatkan saya dan semua crew saya di lembaga ini. Ketika saya dan teman-teman (guru) lalai mohon dukung saya. Ketika beban yang ada di pundak saya dan teman-teman begitu berat, saya minta bapak mama jangan nonton, dukung kami. Saya mengharapkan sekali lagi, dukungan dan kerjasama kita semua, mari kita duduk bersama-sama,” ujar dia lagi.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Antonius Geo menuturkan bahwa suka duka sekolah sejak peristiwa mencekam kali lalu telah dilalui. Sebab itu, ia meminta kerjasama semua pihak secara bertanggungjawab untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah terus memperhatikan kepada kami. Terima kasih kepada komite dan warga komite. Ke depan mohon dukungan kita semua, mari kita membangun sekolah ini dengan semangat baru dan dengan pikiran-pikiran yang jernih,” ucap Antonius.

Ian Bala

TERKINI
BACA JUGA