Peringati 30 Tahun Gempa dan Tsunami, Orang Muda Sikka Berdoa di Kuburan Massal Iligetang

Maumere, Ekorantt.com – Berbagai cara masyarakat memperingati 30 tahun gempa dan gelombang tsunami Flores yang menelan ribuan korban jiwa pada 12 Desember 1992.

Seperti yang dilakukan Orang Muda Katolik (OMK) Stasi St. Thomas Morus dan Misdinar Stasi St. Thomas Morus Maumere memperingatinya dengan melakukan pembersihan, bakar lilin dan doa bersama di kuburan massal korban gempa 1992 di pekuburan umum Iligetang, Senin (12/12/2022).

“Ujud doa mohon keselamatan kekal bagi jiwa-jiwa korban gempa tahun 1992, 30 tahun silam yang dikebumikan secara massal di tempat ini,” ujar Dede Ola saat memimpin doa.

Ketua OMK Stasi St. Thomas Morus Rolly Wake menyampaikan terima kasih kepada orang muda yang sudah meluangkan waktu untuk berdoa bersama di kuburan korban gempa dan tsunami.

Kuburan massal korban gempa dan tsunami di Maumere, Kabupaten Sikka (Foto: Yuven Fernandez/Ekora NTT)

“Kami tahu bagaimana sedihnya keluarga yang ditinggalkan dan begitu banyak korban gempa yang dikuburkan di tempat ini. Sebagai umat yang masih berziarah di dunia ini hanya bisa membantu dengan doa bagi korban gempa yang dikubur secara massal di tempat ini,” kata Rolly Wake.

iklan

Adrianus Yusron, Ketua Seksi Liturgi Stasi Stefanus kepada Ekora NTT mengatakan inisiatif kaum muda ini patut dicontohi oleh orang muda lainnya.

Menurut Adrianus, di tengah semarak kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini masih ada kaum muda yang menyempatkan diri untuk mendoakan para korban.

“Patut diacungi jempol. Inisiatif bukan lahir dari hal-hal yang besar tetapi lahir dari hal-hal kecil seperti ini,” kata Adrianus menandaskan.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA