Mbay, Ekorantt.com – Pejabat (Pj) Gubernur NTT, Ayodhia GL Kalake melakukan kunjungan kerja ke Kampus Politeknik St. Wilhelmus Boawae, di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Jumat, 10 November 2023.
Di sana, Ayodhia yang didampingi Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do sempat memberi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa.
Ia meminta para mahasiswa agar tidak takut menjadi lulusan yang bergerak di dunia pertanian dan peternakan.
“Jangan takut, karena semua orang mau buka laptop pasti makan dulu,” ucap dia.
Ayodhia mengatakan masa depan yang cerah bisa oleh diraih siapa saja, namun sebagai seorang mahasiswa harus bisa menangkap peluang usaha dengan tepat dengan memanfaatkan potensi daerah.
“Tekunilah apa yang sedang dijalani ini dan jangan sia-siakan. Menimba ilmu itu sangat penting, sebagai menjadi dasar dalam kontruksi berpikir,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTT, Ayodhia melanjutkan, terus mendukung aksesbilitas usaha dalam negeri maupun antarnegara dengan cara menghadirkan penerbangan langsung Labuan Bajo-Singapore maupun Darwin, Australia-kupang.
“Kita harapkan wisatawan Australia tidak perlu ke Bali, tapi langsung ke NTT,” tutur dia.
Sementara Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do berharap kampus tersebut bisa menghasilkan mini project mahasiswa pada semester tiga. Hal itu didorong agar kampus itu benar-benar menjadi kampus vokasi.
“Mereka dalam kelompok kecil dengan mesin kecil sudah bisa menghasilkan pakan. Sementara yang lain menanam pakan,” ungkap Bupati Don.
Namun demikian, Bupati Don menekankan agar apa yang dilakukan mahasiswa dalam project itu disusul dengan narasi dalam bentuk karya tulisan.
“Sehingga ini menjadi tulisan-tulisan menarik yang berbasis akademik dan kenyataan lapangan,” kata Don.
Direktur Kampus Politeknik St. Wilhelmus, Frederikus Lena Djago, mengungkapkan kunjungan kerja tersebut merupakan sebuah bentuk peneguhan bagi seluruh civitas, khususnya para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Kunjungan Pj Gubernur NTT juga disebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan vokasi yang mana lulusannya siap bekerja di masyarakat.
Dengan demikian, ia berharap kesempatan yang luar biasa ini membawa dampak kemajuan dan pengembangan lembaga pendidikan.
Frederikus melaporkan saat ini sebanyak 316 orang mahasiswa menempuh pendidikan di kampus itu yang tersebar di empat program studi yaitu Tanaman Pangan dan Hortikultura, Manajemen Lahan Kering, Nutrisi dan Makanan Ternak, dan Program Studi Akutansi.
“Mereka berasal dari berbagai daerah di NTT,” kata dia.













