Mbay, Ekorantt.com – Aplikasi Sistem Informasi dan Kearsipan Dinamis Terintergrasi (Srikandi) segera dipakai pada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Nagekeo.
Hal ini ditandai saat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan me-launching aplikasi Srikandi di Aula Setda Nagekeo, Senin, 11 Desember 2023.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Nagekeo Renata Fernandez mengatakan, kehadiran aplikasi Srikandi pada hakikatnya menggantikan pekerjaan administrasi yang selama ini dilakukan secara manual ke sistem online berbasis elektronik.
“Aplikasi ini mencakup seluruh sistem administrasi di setiap SKPD mulai dari agenda surat menyurat mulai dari tandatangan pimpinan bahkan sampai ke tandatangan Bupati harus terintegrasi secara elektronik satu sama lain,” jelas Renata, mengutip nagekeokab.go.id.
Renata menjelaskan, aplikasi Srikandi selain mempermudah proses administrasi juga mengurangi pengeluaran biaya alat tulis kantor (ATK).
“Aplikasi ini juga mempermudah proses administrasi dan efisiensi waktu karena bisa dilakukan secara online di mana saja. Ke depan tidak ada lagi istilah surat menyurat,” jelas dia.
Sejauh ini aplikasi Srikandi sudah digunakan beberapa SKPD secara internal salah satunya Dinas Komunikasi dan Informatika.
Ke depannya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah akan sekali lagi melakukan bimbingan teknis kepada para admin di setiap SKPD untuk bisa mengoperasikan aplikasi Srikandi untuk kepentingan lebih lanjut.
“Karena disposisi semua harus terkoneksi semua dari Bupati, Sekda, Asisten sampai ke pimpinan SKPD masing-masing,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Pengelola dan Pemanfaatan Kearsipan Maryanti Labha Tonga menjelaskan, aplikasi Srikandi dapat diakses menggunakan HP android.
“Fitur yang ada di dalamnya itu memuat beranda, administrasi, unit kerja, jabatan, pengguna logo instansi dan pencatatan surat dibuat oleh perangkat daerah,” jelas Yanti.
Dalam implementasinya, aplikasi Srikandi berpusat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang bertindak sebagai admin Pemda.
“Tugas saya sebagai admin Pemda membuat seluruh akun dari Bupati, Wakil Bupati, Setda Asisten sampai ke Pimpinan perangkat. Kemudian tugas admin melanjutkan dari penginput dari sekretaris sampai staf, untuk setiap bidang,” jelas dia.
Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutannya berharap inovasi tersebut segera direalisasikan di setiap SKPD.
Bupati Don mengatakan, dengan aplikasi Srikandi maka perangkat daerah dapat membangun sistem perencanaan mulai dari perencanaan mingguan, bulanan bahkan tahunan.
Ia mengatakan program tata kelola kepemerintahan berbasis IT sudah digaungkan sejak lama. Oleh sebab itu, agar aplikasi ini segera diterapkan.
Bupati Don menyarankan dalam menentukan admin setiap SKPD lebih fokus kepada staf yang memiliki latar belakang IT.
“Yang harus dilakukan adalah pelatihan terhadap ASN yang baru lulus tiga atau empat tahun terakhir, dibuat supaya ada pelatih sehingga masing-masing perangkat Daerah tahu kelemahannya,” saran Bupati Don.
Ia berharap, kehadiran aplikasi Srikandi dapat memicu semangat kerja seluruh ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. ASN juga diharapkan dapat memiliki peran ganda dalam tugas dan tanggung jawabnya.
“Kepada staf multi–tasking harus diberi reward. Menurut saya sangat wajar dia bisa mengembangkan diri sehingga multi–tasking,” pungkas Bupati Don.













