Bantu Salurkan Mesin Combine Harvester, Kado Natal Ansy Lema untuk Petani di Sumba Timur

Waingapu, Ekorantt.com– Anggota DPR RI 2019-2024 Fraksi PDI Perjuangan, Yohanis Fransiskus Lema membantu menyalurkan alat panen padi Combine Harvester untuk petani Sumba Timur pada Jumat, 29 Desember 2023.

“Bantuan ini merupakan kado Natal saya untuk para petani di Sumba Timur,” kata Ansy Lema dikutip dari akun Instagram @ansy.lema.

Menurut dia, bantuan mesin Combine Harvester adalah hasil perjuangan dan kerja samanya dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Dijelaskannya, Combine Harvester adalah alat untuk memanen padi dan jenis tanaman serealia seperti jagung, gandum, dan kedelai.

Harga Combine Harvester per unit senilai Rp460-an Juta. Sehingga total bantuan kali ini untuk petani Sumba Timur hampir mencapai Rp1 miliar.

“Realiasi bantuan Combine Harvester begitu spesial karena terjadi setelah hari raya Natal,” jelas Ansy Lema.

Ia pun berharap alat ini dirawat dengan baik, sehingga tidak cepat rusak dan bisa berguna meningkatkan produktivitas pertanian.

Diketahui, Combine Harvester merupakan salah satu tipe mesin panen yang dapat memotong, memegang, merontokkan dan membersihkan dalam satu waktu.

Mesin ini dioperasikan oleh dua orang operator yang bertugas untuk mengendalikan mesin serta memegang karung pada saat memasukkan gabah ke dalam karung.

Sebelumnya dikabarkan, Ansy Lema membantu menyulap lahan gersang di Desa Kadumbul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi lahan hortikultura.

Di tempat ini, Ansy Lema memperjuangkan bantuan program rehabilitasi lahan kritis senilai Rp600 juta, program kebun bibit rakyat senilai Rp100 juta dan program bioflok senilai Rp200 juta.

“Dalam rangkaian reses ke Sumba Timur, saya berkunjung dan berdialog dengan masyarakat Desa Kandumbul. Saat dialog, mereka menyampaikan terima kasih untuk perjuangan saya,” ujar Ansy Lema

Menurut dia, sebelumnya lahan warga gersang, namun kini telah ditata secara apik dan asri karena dikembangkan bibit tanaman produktif. Ada juga pengembangan budi daya ikan air lele dengan sistem bioflok.

Ia mengaku program-program tersebut merupakan hasil perjuangan aspirasi dan kerja samanya dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Saya senang mendengar cerita mereka dan mengapresiasi kerja cepat, inovatif dan semangat gotong royong mereka, sehingga lahan kritis seluas delapan hektare telah berubah menjadi lahan agrowisata,” kata Ansy Lema.

Ia berharap program-program ini dapat membantu menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Kadumbul, sehingga dapat berdampak bagi ekonomi rumah tangga mereka.

TERKINI
BACA JUGA