BPMP NTT Buka Ruang Inovasi bagi Siswa dengan Aneka Perlombaan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo saat menutup Festival Kurikulum Merdeka di Atrium Lippo Plaza menyampaikan apresiasi dan dukungan pemerintah provinsi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi NTT untuk penyelenggaraan festival ini.

Kupang, Ekorantt.com – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPMP NTT) menyelenggarakan beraneka macam perlombaan beberapa pekan belakangan ini.

Ketua panitia sekaligus penanggung jawab program Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) BPMP NTT Basilius Agung Widya Wirawan menjelaskan, perlombaan ini bertujuan untuk mengakomodasi kreativitas, baik guru maupun siswa dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

“Kita berharap, rangkaian kegiatan ini sebagai wujud gotong royong para pihak, baik dari sektor pemerintah, swasta, dunia usaha, kampus, dan media sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan kita di Indonesia, dan lebih khusus di Provinsi NTT,” ujar Widy dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Rabu, 3 Juli 2024.

Rangkaian perlombaan dibuka sejak Mei 2024 lalu untuk memberi ruang berbagi cerita dan inovasi siswa dan guru dalam karya nyata pelaksanaan Kurikulum Merdeka.

iklan

“Ada berbagai perlombaan sebagai unjuk karya nyata guru dan siswa berupa, lomba video potret cerita Kurikulum Merdeka kategori guru dan siswa, dan apresiasi karya inovasi guru,” jelas dia.

Selain itu, ada perlombaan bintang pelajar Pancasila melalui lomba solo vokal bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), lomba menggambar untuk jenjang siswa Sekolah Dasar (SD) dan lomba mewarnai untuk jenjang siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Perlombaan merupakan bagian dari rangkaian Festival Kurikulum Merdeka (FKM) sejak 29 sampai 30 Juni 2024 di Lokasi Car Free Day (CFD) dan Atrium Lippo Plaza Kota Kupang.

Kegiatan festival dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Festival Kurikulum Merdeka Nasional 2024. Kegiatan ini untuk merayakan implementasi kurikulum merdeka yang telah dilaksanakan sejak tahun 2020 sampai saat ini dan telah menjadi kurikulum nasional.

Widy menjelaskan, rangkaian festival ini adalah bagian dari rencana Festival Kurikulum Merdeka Nasional yang akan digelar pada Juli 2024.

“Festival Kurikulum Merdeka di Provinsi NTT kita gelar untuk mendukung rangkaian kegiatan FKM Nasional. Untuk tahun ini, kita menyelenggarakan berbagai lomba yang mengakomodasi kreativitas baik guru maupun siswa yang dilakukan untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka,” katanya.

Kepala BPMP Provinsi NTT Herdiana memberi apresiasi dan dukungan kepada para peserta baik dari siswa dan guru, juga para pegiat pendidikan yang telah bersama-sama merayakan festival ini, maupun seluruh siswa dan tenaga pendidikan dan kependidikan di seluruh Provinsi NTT.

“Kita semua sudah menjalankan rangkaian program kurikulum merdeka di sekolah kita masing-masing. Tentu ada manfaat baik yang dirasakan langsung oleh kita semua, juga hal-hal yang perlu kita tingkatkan ke depan. Kita perlu berbangga bahwa kita sudah berproses sejauh ini dan sudah mendapat banyak pelajaran penting dari kurikulum merdeka,” tutur Herdiana.

Tahun ini, kata dia, ada lima pemerintah daerah di Provinsi NTT mendapat apresiasi Kurikulum Merdeka oleh Kemendikbudristek.

“Ini artinya kerja kita benar-benar nyata dengan karya inovasi kita, sehingga kita semua boleh berbangga,” imbuh Herdiana.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk bekerja lebih giat, serta berusaha lebih optimal.

“Untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita, tentu bukan sekadar mendapat penghargaan, tetapi lebih pada kualitas input, proses pembelajaran, dan hasil belajar kita,” tegas Herdiana.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo saat menutup Festival Kurikulum Merdeka di Atrium Lippo Plaza menyampaikan apresiasi dan dukungan pemerintah provinsi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi NTT untuk penyelenggaraan festival ini.

“Kita berharap terjadi peningkatan pembelajaran anak-anak dan guru-guru kita di sekolah untuk mencapai visi pendidikan dan visi pelajar sepanjang hayat,” tutup Ambros.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA