Siswi SD di Manggarai Timur Surati Prabowo: MBG Belum Tiba, Sekolah Kami Bocor

Ia khawatir dengan pemberitaan mengenai keracunan makanan di beberapa daerah yang sumbernya dari MBG.

Borong, Ekorantt.com Seorang siswi Sekolah Dasar di pedalaman Manggarai Timur, NTT menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto pada Minggu, 26 April 2026.

Myscha, siswi kelas V pada SDI Compang Ngeles, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar mempertanyakan belum terealisasinya program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah diluncurkan Januari 2025 lalu.

“Di TV dan YouTube saya lihat daerah lain sudah lama jalan. Teman-teman sudah makan, tapi di sekolah kami sampai hari ini belum ada,” tulis Myscha.

Sekolah Myscha terletak di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang akses jalannya sulit dijangkau. Karena kondisi tersebut membuat ia curiga penyebab dari belum meratanya distribusi program tersebut.

Ia khawatir dengan pemberitaan mengenai keracunan makanan di beberapa daerah yang sumbernya dari MBG.

“Saya jadi takut, Pak. Takut pusing dan sakit perut. Kalau suatu saat MBG masuk ke sekolah saya, saya tidak mau makan,” ujarnya.

Myscha mengusulkan anggaran MBG sebaiknya dialokasikan langsung ke pihak sekolah atau orang tua siswa.

Skema tersebut dinilai lebih aman karena pengelolaan dapat disesuaikan dengan selera anak-anak.

“Kami juga tahu rasa masakan mama paling enak dan aman.”

Myscha berharap agar pemerintah lebih memprioritaskan kesejahteraan guru dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan.

Kebutuhan seperti tas, buku, dan seragam, perbaikan ruang kelas yang rusak, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sangat mendesak. Saat ini, sekolahnya beratap dari seng bekas, dinding rapuh, kursi meja banyak yang rusak, dinding dan atap kadang bocor.

“Saya yakin kalau guru sejahtera dan sekolah bagus, kami pasti jadi pintar. Nggak perlu takut keracunan juga,” tulisnya.

“Tolong bantu sekolah kami di pelosok ya, Pak. Kami juga anak Indonesia. Kami juga mau pintar buat bantu Bapak bangun Indonesia,” tambahnya.

Surat terbuka Myscha rencananya akan dikirimkan ke Istana Negara dan diunggah melalui media sosial untuk mendapatkan perhatian pemerintah pusat.

Baru-baru ini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menyatakan sebanyak 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil siap beroperasi untuk pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dalam pelaksanaannya, karena melibatkan mitra, tidak bisa langsung memprioritaskan kelompok tertentu saja. Saat ini kami siap mengoperasionalkan sekitar 900 SPPG di daerah terpencil. Daerah terpencil bukan hanya wilayah perbatasan, bahkan di Jawa Barat juga ada, seperti Kecamatan Rongga di Kabupaten Bandung Barat,” ujar Sony sebagaimana dikutip dari Antara.

Ia berkata, dalam waktu kurang dari satu bulan, 900 SPPG di daerah terpencil tersebut siap beroperasi.

Keterlibatan langsung masyarakat dalam program peningkatan gizi nasional ini sangat efektif, menurutnya.

Ia mengklaim, percepatannya juga dirasakan langsung oleh seluruh penerima manfaat.

“Anak-anak semakin banyak mendapatkan manfaatnya, dan yang paling penting adalah tumbuhnya ekonomi lokal,” katanya.

Sony berpesan kepada seluruh kepala daerah agar suplai bahan baku MBG disesuaikan dengan kapasitas lokal. Kepala daerah harus aktif membangun produksi yang menyuplai SPPG di masing-masing daerah.

“Sehingga uang pemerintah benar-benar dimanfaatkan daerah setempat, tidak harus belanja dari daerah lain. MBG ini juga mengungkit tumbuhnya pengusaha baru produk-produk di SPPG,” paparnya.

TERKINI
BACA JUGA